Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Beras SPHP Disalurkan Sepanjang Tahun 2026, Bulog Jaga Harga Petani dan Konsumen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Beras SPHP Disalurkan Sepanjang Tahun 2026, Bulog Jaga Harga Petani dan Konsumen
Foto: (Sumber: Arsip - Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kanan) melakukan monitoring harga pangan di Pasar Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/12/2025). ANTARA/Harianto)

Pantau - Perum Bulog memastikan program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan berlangsung penuh selama tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga beras dan daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa penyaluran SPHP tahun depan tidak akan terputus-putus seperti tahun 2025 yang hanya berjalan selama delapan bulan.

“SPHP 2026 dilakukan sepanjang tahun, dengan penyesuaian volume agar tidak menekan harga petani tapi harga konsumen tetap terjaga,” ungkapnya.

Bulog menargetkan penyaluran SPHP sebanyak 1,5 juta ton, sama seperti tahun 2025, namun dengan implementasi yang lebih konsisten dan terstruktur.

Penyesuaian Saat Panen Raya, HET Tetap Dijaga

Penyaluran beras SPHP akan mengalami pengurangan volume pada saat puncak panen, terutama pada bulan Maret, April, dan Agustus di wilayah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan NTB.

Langkah ini bertujuan melindungi harga gabah petani agar tidak anjlok karena kelebihan pasokan di pasar.

Sementara itu, di wilayah non-sentra produksi, penyaluran SPHP tetap dilakukan secara normal sepanjang tahun guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat.

Bulog juga menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras SPHP tahun 2026 berdasarkan zonasi wilayah, yakni:

Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi): Rp12.500 per kg

Zona 2 (Sumatra lainnya, NTT, Kalimantan): Rp13.100 per kg

Zona 3 (Maluku, Papua): Rp13.500 per kg

Realisasi SPHP 2025 Jadi Evaluasi

Pada tahun 2025, dari target penyaluran SPHP sebanyak 1,5 juta ton, realisasi hanya mencapai 802.939 ton.

Hal ini disebabkan adanya penghentian sementara penyaluran saat panen raya untuk menjaga harga gabah petani.

Evaluasi dari pelaksanaan 2025 menjadi dasar perbaikan skema penyaluran SPHP 2026 agar lebih merata, efektif, dan seimbang antara kepentingan petani dan konsumen.

Kebijakan ini mempertegas peran Bulog sebagai penyeimbang utama dalam sistem pangan nasional, melalui pengendalian pasokan dan harga beras secara dinamis dan terukur.

Penulis :
Gerry Eka