Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Sepanjang 2025, BP3MI Riau Terima 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sepanjang 2025, BP3MI Riau Terima 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Foto: (Sumber: Sejumlah PMI bermasalah tiba di Pelabuhan Pelindo Dumai usai dideportasi dari Malaysia beberapa bulan lalu. ANTARA/HO-BP3MI Riau.)

Pantau - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau mencatat telah menerima dan memfasilitasi pemulangan sebanyak 2.707 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dari Malaysia sepanjang tahun 2025.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu, dalam keterangan pers di Pekanbaru pada Sabtu.

Malaysia tercatat sebagai negara tujuan utama bagi warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, khususnya dari wilayah Sumatera.

Beragam Masalah, Sumut Penyumbang Terbanyak

Para PMI tersebut dipulangkan akibat sejumlah permasalahan, seperti habis masa kontrak kerja, overstay, tidak memiliki dokumen resmi, menjadi korban penipuan, hingga mengalami eksploitasi.

Setibanya di Riau, mereka menerima layanan pendampingan dan fasilitas transportasi menuju daerah asal masing-masing.

Berdasarkan data BP3MI, PMI terbanyak yang dipulangkan berasal dari:

Sumatera Utara: 624 orang

Jawa Timur: 542 orang

Aceh: 473 orang

Nusa Tenggara Barat: 259 orang

Riau: 146 orang

Jambi: 144 orang

Jawa Barat: 107 orang

Sumatera Barat: 78 orang

Jawa Tengah: 59 orang

Lampung: 54 orang

Nusa Tenggara Timur: 46 orang

Sumatera Selatan: 33 orang

Kepulauan Riau: 32 orang

Bengkulu: 20 orang

Banten: 19 orang

Imbauan untuk Hindari Jalur Ilegal

Fanny Wahyu menegaskan bahwa kasus pengiriman PMI secara nonprosedural harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

BP3MI Riau memastikan setiap PMI yang dipulangkan memperoleh perlindungan maksimal, layanan konseling, dan bantuan lanjutan bila diperlukan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berangkat ke luar negeri secara ilegal.

“Pemerintah berkomitmen untuk melindungi dan memfasilitasi PMI yang mengalami kendala di luar negeri. Kami hadir untuk memastikan setiap pekerja migran mendapatkan perlindungan maksimal, serta memberikan edukasi agar mereka dapat bekerja secara legal dan aman di luar negeri,” ujarnya.

Pemerintah melalui berbagai lembaga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko bekerja di luar negeri secara ilegal dan pentingnya mengikuti jalur resmi.

Penulis :
Gerry Eka