Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Mentan Tegaskan Rehabilitasi Irigasi Jadi Fondasi Swasembada Beras Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mentan Tegaskan Rehabilitasi Irigasi Jadi Fondasi Swasembada Beras Nasional
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Jaringan irigasi pertanian. ANTARA/HO-Humas Kementan.)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi irigasi pertanian merupakan fondasi utama untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan swasembada beras nasional yang berkelanjutan.

Ia menyebut ketersediaan air melalui sistem irigasi yang andal menjadi faktor penentu keberhasilan selain benih dan pupuk.

“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” ujarnya.

Proyeksi Produksi Positif, Infrastruktur Air Jadi Kunci

Dengan dukungan infrastruktur air yang kuat, produksi beras nasional menunjukkan tren positif.

Pada tahun 2025, produksi beras diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.

Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh, termasuk melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

“Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani,” lanjut Mentan.

Pengelolaan air yang tepat dinilai krusial untuk mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan, serta meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Realisasi Inpres 2/2025 Capai Puluhan Ribu Hektare

Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, menyampaikan bahwa pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 2025 dilakukan secara masif dan terintegrasi.

Kegiatan ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional, yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

Dari target tahap pertama seluas 280.880 hektare, realisasi mencapai 99,93 persen.

Untuk tahap kedua dengan target 225.775 hektare, capaian meliputi:

Jaringan irigasi utama: 83,46 persen

Irigasi tersier: 98,66 persen

Irigasi air tanah (JIAT): 92,25 persen

Sementara pada tahap ketiga dari target 146.503 hektare, realisasi tercatat:

Irigasi utama: 67,67 persen

Irigasi tersier: 87,57 persen

JIAT: 93,91 persen

Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama erat antara Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta BBWS/BWS di berbagai daerah.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” ujar Hermanto.

Lanjutkan Program: Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat

Implementasi Inpres 2/2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan kegiatan strategis lainnya seperti optimasi lahan dan program cetak sawah rakyat di seluruh Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kuat Kementerian Pertanian dalam memastikan kedaulatan pangan nasional dan tercapainya swasembada beras secara berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka