
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (2/1) malam disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
"Wilayah Lasalepa dan Watopute Kabupaten Muna, serta wilayah Kusambi Kabupaten Muna Barat diguncang gempa bumi tektonik," ungkap Irwan Slamet, Kepala BBMKG Wilayah IV, saat dihubungi dari Kendari pada Sabtu malam.
Gempa Dangkal Dipicu Sesar Kolaka South 1
Gempa bumi terjadi sekitar pukul 18.55 Wita dengan kekuatan magnitudo 3,4 berdasarkan hasil analisis BMKG.
Episenter gempa berada pada koordinat 4,75 Lintang Selatan dan 122,71 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 kilometer utara Muna, pada kedalaman 7 kilometer.
BMKG menyebut gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar Kolaka South 1.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan dari masyarakat, guncangan terasa di wilayah Lasalepa dan Watopute (Kabupaten Muna) serta Kecamatan Kusambi (Kabupaten Muna Barat).
Skala intensitas gempa diperkirakan berada pada II–III MMI.
"Atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan digantung bergoyang, dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu," jelas Irwan.
Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Diminta Tetap Tenang
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.
"Hingga pukul 20.15 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," tambah Irwan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Irwan menegaskan pentingnya memperoleh informasi hanya dari sumber resmi dan kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
- Penulis :
- Gerry Eka








