
Pantau - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menggelar aksi bakti sosial di MIN 4 Pidie Jaya, Aceh, untuk membantu penanganan lumpur dan kerusakan fasilitas akibat banjir yang melanda madrasah tersebut.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dari keluarga besar Kemenag, serta rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama yang diperingati setiap 3 Januari.
Pembersihan dilakukan di ruang kelas, teras, lingkungan madrasah, hingga pemindahan fasilitas yang rusak atau masih bisa diselamatkan.
Madrasah Tergenang Lumpur Setinggi Satu Meter
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, mengatakan bahwa kondisi ruang kelas MIN 4 Pidie Jaya dipenuhi lumpur dengan ketinggian mencapai satu meter.
Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan berat, termasuk pagar, meja-kursi, buku pelajaran, dan alat penunjang kegiatan belajar.
“Kerja bakti ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan kita sebagai keluarga besar Kemenag,” ujar Saifuddin.
Ia berharap aksi ini bisa meringankan beban pihak madrasah serta memberikan semangat kepada guru dan siswa untuk segera kembali menjalankan aktivitas belajar.
“Madrasah harus segera pulih agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” katanya.
Penyerahan Bantuan dan Komitmen Pemulihan
Melalui program Kemenag Aceh Besar Peduli dan DWP Kemenag Aceh Besar, ASN menyerahkan bantuan kepada para siswa berupa sajadah, mukena, kain sarung, Al Quran, alat tulis, susu, dan camilan.
Saifuddin menyebut bahwa aksi ini mencerminkan komitmen Kemenag Aceh Besar dalam mendukung pemulihan pendidikan keagamaan pascabencana.
“Semoga upaya kecil ini bisa membantu percepatan pemulihan pasca-banjir,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








