
Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan Sekolah Menengah Kejuruan sebagai pemasok utama kebutuhan pangan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis di wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala Dikbud Sulawesi Tenggara Aris Badara menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari optimalisasi potensi pendidikan kejuruan untuk mendukung program strategis nasional sekaligus menggerakkan ekonomi produktif di lingkungan sekolah.
Pada tahun berjalan, tercatat sudah ada empat SMK yang berperan sebagai pemasok bahan kebutuhan Makan Bergizi Gratis dari sektor agribisnis, perikanan, dan tata boga.
Dikbud Sulawesi Tenggara menargetkan ke depan SMK mampu memasok hingga 70 persen kebutuhan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis.
Kesiapan SMK sebagai pemasok didukung oleh 25 SMK di Sulawesi Tenggara yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah sehingga memiliki kemandirian fiskal.
Dengan status Badan Layanan Umum Daerah, SMK dapat memproduksi dan menjual hasil karya secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Aris Badara menegaskan bahwa skema tersebut memberi ruang bagi sekolah untuk mengembangkan usaha produktif.
“Melalui skema Badan Layanan Umum Daerah, sekolah dapat memiliki usaha sendiri dan meminimalisasi pungutan karena mampu menghasilkan pendapatan mandiri,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi pasokan Makan Bergizi Gratis, Dikbud Sulawesi Tenggara juga tengah membangun sebuah platform digital.
Website bernama Satu Data MBG disiapkan untuk memetakan kebutuhan pangan sekolah secara presisi sekaligus memuat data kesehatan siswa yang bersifat mendesak.
Data tersebut mencakup informasi anak-anak yang memiliki fobia makanan, intoleransi, dan alergi agar asupan makanan yang diberikan tepat dan aman.
Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, Dikbud Sulawesi Tenggara juga mematangkan visi SMK Go Global.
Saat ini terdapat empat SMK dengan keahlian pertambangan, nautika, teknik geologi, dan industri kreatif yang dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja internasional.
Program SMK Go Global tersebut didukung oleh dana hibah dari pemerintah pusat.
Dikbud Sulawesi Tenggara juga memperkuat kompetensi soft skill dan hard skill siswa agar lulusan SMK siap bersaing di tingkat global.
Sekolah-sekolah yang dinilai siap telah diidentifikasi dan skema pengembangannya dibangun melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








