
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi atas gotong royong berbagai pihak dalam membersihkan sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1).
Aktivitas Belajar Dimulai di Tengah Pemulihan Pascabencana
Abdul Mu'ti hadir sebagai pembina upacara di SMAN 4 Kejuruan Muda, salah satu sekolah yang terdampak banjir dan longsor di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah sekolah hari pertama tahun 2026 di daerah terdampak bencana terlaksana seiring keikutsertaan semua pihak dalam membersihkan fasilitas pendidikan, terutama di Aceh Tamiang," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat memungkinkan kegiatan belajar mengajar bisa dimulai meski kondisi belum sepenuhnya pulih.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, pemerintah daerah, TNI, Polri, guru, dan relawan, serta semua pihak, yang telah bersama-sama membersihkan sekolah," ia mengungkapkan.
Abdul Mu'ti juga memberikan penghormatan khusus kepada para guru yang tetap hadir dan membimbing siswa di tengah situasi pascabencana.
"Saya berharap semangat ini dapat terus dijaga sehingga pembelajaran dapat berjalan maksimal. Saya lihat tadi para guru juga sudah memberikan pembelajaran dan berdialog dengan siswa," ujarnya.
Proses Pembelajaran Capai 90 Persen di Hari Pertama
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik meskipun masih dalam masa pemulihan.
"Proses belajar mengajar pada hari pertama telah mencapai 90 persen," ungkap Murthalamuddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh dan seluruh pihak yang telah berjibaku membersihkan lumpur dari fasilitas pendidikan.
"Terima kasih kepada semua pihak, termasuk ASN Pemerintah Aceh, yang telah berjibaku untuk membersihkan lumpur di fasilitas pendidikan sehingga pembelajaran dapat terlaksana," ucapnya.
Menurutnya, untuk wilayah Aceh Tamiang, Disdik Aceh akan terus bekerja maksimal membersihkan sekolah-sekolah yang masih berlumpur agar kegiatan belajar tidak terhambat.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, banjir dan longsor di Aceh telah berdampak pada 2.756 sekolah atau satuan pendidikan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
- Penulis :
- Arian Mesa








