
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengumumkan bahwa target 100 ribu peserta program Magang Nasional 2025 telah tercapai sepenuhnya melalui tiga tahap pendaftaran batch I hingga III.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya yang digelar di Gedung Samantha Krida, Kota Malang, Jawa Timur.
Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta telah ditempatkan di berbagai sektor, mulai dari industri hingga instansi pemerintahan.
"Sudah tiga batch tertampung, artinya target 100 ribu sudah terpenuhi. Ada yang di industri, kementerian, instansi pemerintah. Antusiasmenya bagus," ungkapnya.
Berdasarkan data resmi dari laman Kemnaker.go.id, total peserta yang diterima dari ketiga batch tersebut mencapai 102.697 orang.
Peserta Magang Berstatus Fresh Graduate dan Dapat Tunjangan
Para peserta program merupakan lulusan baru atau fresh graduate dari perguruan tinggi yang telah terdaftar di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Seluruh peserta akan mengikuti masa magang selama enam bulan.
Selama periode tersebut, peserta menerima uang saku yang besarnya setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) masing-masing.
Selain tunjangan, peserta juga memperoleh perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Yassierli menegaskan bahwa program ini tidak menjanjikan pengangkatan sebagai pegawai tetap, namun peluang untuk direkrut perusahaan tetap terbuka.
"Mereka mendapatkan exposure terkait dunia kerja. Kalau klausul jaminan diterima sebagai pegawai tidak ada dan tidak ada kewajiban perusahaan menerima, tapi kami yakin kalau kinerja mereka baik saat magang maka kans diserap oleh perusahaan tentu ada," ia mengungkapkan.
Kuota 2026 Diproyeksikan Tetap 100 Ribu Peserta
Menaker menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan berencana melanjutkan program Magang Nasional pada 2026, menyusul selesainya masa magang peserta batch I pada April 2026.
Untuk tahun 2026, kuota peserta sementara masih ditetapkan sama seperti tahun sebelumnya.
"Sementara masih 100 ribu satu tahun," ujarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








