Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Mencatat 5.141 Gempa Guncang Tanah Papua Sepanjang 2025, Dua Kali Sebabkan Kerusakan di Sarmi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Mencatat 5.141 Gempa Guncang Tanah Papua Sepanjang 2025, Dua Kali Sebabkan Kerusakan di Sarmi
Foto: (Sumber: Data sebaran gempa di Tanah Papua. ANTARA/HO/Dok BMKG Wilayah V Jayapura)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 5.141 gempa bumi terjadi di wilayah Tanah Papua sepanjang tahun 2025 berdasarkan pemantauan Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura.

Ribuan Gempa Terjadi di Enam Provinsi Papua

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Herlambang Hudha, menyampaikan data tersebut di Jayapura, Selasa, dengan menyebutkan bahwa gempa terjadi di enam provinsi yang ada di Tanah Papua.

"Memang benar 5.141 gempa itu terjadi selama tahun 2025," ungkap Herlambang Hudha.

Dari total kejadian tersebut, gempa dengan kekuatan kurang dari tiga magnitudo tercatat sebanyak 3.799 kejadian.

Sementara itu, gempa dengan kekuatan kurang dari lima magnitudo tercatat sebanyak 1.341 kejadian.

Adapun gempa dengan kekuatan lebih dari lima magnitudo tercatat sebanyak 18 kejadian sepanjang 2025.

Dua Gempa Merusak Terjadi di Kabupaten Sarmi

BMKG juga mencatat terdapat dua gempa bumi yang menimbulkan kerusakan selama tahun 2025 dan seluruhnya terjadi di Kabupaten Sarmi.

Gempa pertama terjadi pada 12 Agustus 2025 dengan kekuatan 6,4 magnitudo dan kedalaman 27 kilometer di wilayah tenggara Kabupaten Sarmi.

Gempa kedua terjadi pada 16 Oktober 2025 dengan kekuatan 6,6 magnitudo yang menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Kabupaten Sarmi.

Herlambang menjelaskan bahwa Pulau Papua merupakan wilayah dengan tingkat seismisitas yang sangat tinggi karena kondisi tektoniknya.

"Masyarakat juga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kejadian ikutannya, seperti tsunami, longsor, likuefaksi, dan gagal struktur," ia mengungkapkan.

BMKG mengingatkan bahwa Tanah Papua terdiri atas enam provinsi dengan total 46 kabupaten dan kota sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mitigasi bencana.

Penulis :
Ahmad Yusuf