
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 4.634 gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2025, tanpa satupun yang berpotensi tsunami.
Periode pencatatan gempa berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 4.025 kejadian.
"Total kejadian 4.634 gempa yang tercatat sensor dan nol kejadian dengan potensi tsunami selama 2025 di NTT," ungkap pihak BMKG Kupang.
Sebagian besar gempa yang terjadi tergolong kecil dengan magnitudo di bawah 5, yaitu sebanyak 4.422 kejadian.
Dari sisi kedalaman, gempa bumi dangkal (kedalaman kurang dari 60 km) mendominasi dengan total 3.378 kejadian.
Sementara itu, gempa yang dirasakan masyarakat tercatat sebanyak 37 kejadian, termasuk 13 gempa yang berkekuatan lebih dari lima magnitudo.
Gempa Terbesar Terjadi di Laut Sawu
BMKG mencatat gempa terbesar pada tahun 2025 terjadi di wilayah Laut Sawu pada 27 Oktober 2025 dengan magnitudo 6,3, hasil pemutakhiran dari data awal yang menunjukkan kekuatan 6,8.
Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa menengah dengan kedalaman 75 kilometer.
Lokasi gempa berada sekitar 82 kilometer barat laut Kabupaten Timor Tengah Utara.
Guncangan dari gempa Laut Sawu dirasakan luas hingga ke Maumere, Ende, Kefamenanu, Alor, Kupang, Waingapu, dan Lembata.
Getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyebabkan jendela bergetar, namun tidak menimbulkan ancaman tsunami.
Imbauan dan Edukasi dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat NTT untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi aktivitas gempa bumi yang terjadi.
Masyarakat diharapkan hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.
BMKG juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi Info BMKG dan WRS New Gen untuk mendapatkan informasi gempa secara cepat dan akurat.
"Jika guncangan kuat dan berayun lama lebih dari 20 detik, segera jauhi pantai menuju tempat tinggi tanpa menunggu sirine," imbau BMKG.
BMKG juga menegaskan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara ilmiah, sehingga masyarakat tidak perlu mempercayai isu atau prediksi gempa dari sumber yang tidak resmi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







