
Pantau - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperingatkan bahaya ketergantungan impor pangan di tengah meningkatnya konflik global yang dapat mengganggu rantai pasok dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Retret Jilid II yang berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa.
Presiden menyoroti potensi ancaman terhadap pasokan pangan nasional apabila Indonesia terus bergantung pada impor dari negara-negara yang mengalami ketegangan geopolitik.
" Sekarang, Thailand dan Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, kemudian meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik? ", ungkapnya.
Ancaman Konflik dan Ketergantungan Impor
Prabowo menjelaskan bahwa selama ini Indonesia mengimpor beras dalam jumlah besar dari Thailand dan Kamboja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Konflik berkepanjangan antara kedua negara tersebut dinilai dapat mengganggu kelancaran suplai jika ketergantungan terhadap impor terus berlanjut.
Ia juga mengingatkan pengalaman pahit saat pandemi COVID-19, ketika banyak negara pengekspor menghentikan ekspor pangan demi kebutuhan dalam negeri.
Kondisi itu menyebabkan Indonesia kesulitan mengakses pasokan pangan meskipun memiliki kekuatan finansial yang memadai.
Menurut Presiden, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar Indonesia tidak lagi mengandalkan pihak luar dalam hal ketahanan pangan.
Swasembada Pangan sebagai Strategi Nasional
Prabowo menegaskan bahwa langkah pemerintah mengejar swasembada pangan adalah keputusan strategis dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu.
Swasembada pangan dianggap sebagai pilar penting dalam transformasi nasional yang dirancang secara tertulis, terukur, dan melalui kajian jangka panjang.
" Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdikari, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyat ", ia mengungkapkan.
Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun sebelumnya.
Keberhasilan itu ditunjukkan melalui jumlah cadangan beras pemerintah yang mencapai tiga juta ton per 31 Desember 2025.
" Dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Indonesia ", ujar Prabowo.
- Penulis :
- Shila Glorya








