Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kehutanan Lanjutkan Pembersihan Kayu Banjir di Aceh dan Sumut, Fokus Pemulihan Pascabencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Kehutanan Lanjutkan Pembersihan Kayu Banjir di Aceh dan Sumut, Fokus Pemulihan Pascabencana
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Terlihat tumpukan kayu dan material pasir berlumpur memenuhi aliran sungai Batang Toru di Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pasca banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025, Minggu (4/1/2026). ANTARA-Kodir Pohan)

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan penanganan sisa kayu akibat bencana banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Fokus utama pembersihan saat ini berada di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, serta beberapa titik lainnya di Sumatera Utara.

Akses menuju Desa Geudumbak masih terhambat karena tumpukan kayu sisa banjir yang menutup jalur.

Kayu-kayu yang masih layak dimanfaatkan telah dikumpulkan di lokasi dan diukur oleh tim dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

Hasil pengukuran menunjukkan terdapat 103 batang kayu atau setara dengan 93,11 meter kubik.

Tim Gabungan Kerahkan 23 Alat Berat dan Puluhan Personel

Tim gabungan dari Kemenhut melibatkan sejumlah unit teknis seperti Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), BPKH, dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera.

Total 23 unit alat berat dikerahkan, terdiri dari 21 unit milik Kemenhut yakni 10 ekskavator capit, 9 ekskavator biasa, dan 2 buldozer.

Dua unit tambahan berasal dari TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum, masing-masing satu buldozer dan tiga ekskavator.

Salah satu alat berat digunakan untuk membersihkan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan.

Sementara itu, sekitar 50 personel Kemenhut dikerahkan untuk membantu pembersihan SD Negeri 4 Langkahan.

Hasil pembersihan di SD tersebut mencakup satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Kayu Dimanfaatkan Masyarakat dan Progres Pemulihan Terus Berjalan

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rumah Zakat bersama masyarakat setempat telah memanfaatkan sekitar tiga meter kubik kayu sisa banjir dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin.

Sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, total akumulasi kayu yang berhasil dimanfaatkan mencapai 18,5 meter kubik.

Jumlah ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring perkembangan pembersihan.

Tiga unit hunian sementara (huntara) juga masih dalam proses pembangunan untuk menampung warga terdampak.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatera Utara dan tim Manggala Agni membersihkan lorong-lorong permukiman dari sisa material kayu sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Sementara itu, di Sumatera Utara, tim Kemenhut menurunkan ekskavator untuk menyiapkan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di atas lahan milik PTPN.

Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di aliran Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe, yang saat ini sedang dikaji untuk proses evakuasi.

Penulis :
Aditya Yohan