Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rangkuman Humaniora: Penemuan Korban KM Putri Sakinah hingga Tanggap Darurat Banjir Bandang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rangkuman Humaniora: Penemuan Korban KM Putri Sakinah hingga Tanggap Darurat Banjir Bandang
Foto: (Sumber: Tim SAR gabungan berada di dekat kantong berisi jenazah diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/1/2026). Pada hari ke-12 tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah yang berada di bangkai kapal KM Putri Sakinah yang kecelakaan pada 26 Desember 2025 lalu. ANTARA FOTO/Gecio Viana.)

Pantau - Sejumlah peristiwa kebencanaan dan kemanusiaan mewarnai berita humaniora populer di Indonesia pada Rabu, 7 Januari, mulai dari penemuan korban kecelakaan laut hingga penanganan banjir bandang di berbagai daerah.

Basarnas menyatakan jasad yang diduga merupakan anak dari pelatih tim sepak bola perempuan Valencia FC B ditemukan di dalam bangkai Kapal Motor Putri Sakinah.

Penemuan jasad tersebut dilakukan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kapal Motor Putri Sakinah diketahui mengalami kecelakaan laut pada 26 Desember 2025.

Banjir Bandang dan Pemakaman Massal

Sebanyak enam jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dimakamkan secara massal.

Pemakaman massal dilakukan di Tempat Pemakaman Umum Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung.

Banjir bandang tersebut menyebabkan korban jiwa sehingga pemakaman massal dilakukan oleh pihak berwenang bersama masyarakat setempat.

Operasi SAR dan Tanggap Darurat

Basarnas juga memperpanjang operasi pencarian satu warga negara asing asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor Putri Sakinah.

Operasi pencarian diperpanjang selama dua hari, yakni pada 8 hingga 9 Januari 2026.

Lokasi pencarian tetap difokuskan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendirikan sejumlah tenda sebagai ruang belajar darurat.

Tenda tersebut diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.

BNPB juga memastikan status tanggap darurat bencana diberlakukan di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro atau Sitaro.

Penetapan status darurat dilakukan pascabanjir bandang yang menewaskan 16 warga di wilayah tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf