Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemnaker Imbau Waspadai Hoaks Terkait Program BSU 2026, Belum Ada Penyaluran Resmi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemnaker Imbau Waspadai Hoaks Terkait Program BSU 2026, Belum Ada Penyaluran Resmi
Foto: (Sumber: Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Faried Abdurrahman Nur Yuliono. (ANTARA/HO-Kemnaker RI))

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks terkait Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026, terutama yang menyebar melalui tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi menjadi modus penipuan.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, dalam keterangan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu.

Klarifikasi ini dikeluarkan menyusul maraknya unggahan di media sosial, pesan berantai, dan berita di media massa yang mencatut nama Program BSU 2026, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri," tegas Faried.

Belum Ada Kebijakan Resmi Terkait BSU 2026

Faried menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi mengenai BSU di luar kanal resmi pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai program ini hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Sebagai catatan, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025, dengan jumlah penerima mencapai 16.048.472 pekerja atau buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, hingga saat ini belum ada keputusan atau kebijakan baru terkait penyaluran BSU untuk tahun 2026.

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi," ujar Faried.

Masyarakat Diminta Aktif Cegah Penyebaran Hoaks

Faried juga mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta melaporkan setiap indikasi penipuan yang mengatasnamakan Program BSU.

Langkah ini penting agar masyarakat tidak mengalami kerugian akibat informasi palsu yang beredar luas dan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Penulis :
Ahmad Yusuf