
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh hunian sementara (huntara) untuk penyintas bencana di Provinsi Sumatera Barat dapat ditempati sepenuhnya sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan hal ini saat meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Tanah Datar pada hari Rabu.
Pembangunan Huntara Difokuskan di Daerah Terdampak Berat
Rustian menjelaskan bahwa sejumlah kabupaten telah menetapkan lokasi pembangunan huntara, di antaranya Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok.
Dari sejumlah daerah tersebut, Kabupaten Agam menjadi prioritas utama karena terdampak paling parah akibat bencana ekologis yang terjadi pada akhir tahun 2025.
"Insyaa Allah pembangunan huntara di Kabupaten Agam akan lebih cepat pembangunannya dan jumlahnya jauh lebih banyak dari daerah lain di Sumbar", ungkap Rustian.
Ia menyebut bahwa unit huntara terbanyak akan dibangun di Kabupaten Agam demi mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Percepatan Pembangunan Demi Kelayakan Hidup Penyintas
BNPB juga meminta agar proses pembangunan huntara di Kabupaten Tanah Datar dipercepat secara signifikan.
"Saya hadir di sini untuk memastikan pengerjaan huntara lebih cepat lagi yang sebelumnya dilaporkan 20 hari, saya minta 10 hari selesai", tegas Rustian.
Khusus di wilayah Kantor Camat Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pemerintah akan membangun sebanyak 15 unit huntara.
Penyesuaian jumlah tersebut mempertimbangkan kondisi geografis masyarakat yang tersebar sehingga memerlukan strategi pembangunan yang adaptif.
Rustian menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi hal mendesak agar para penyintas banjir bandang segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Peran Aktif Perantau Minang Mendapat Apresiasi
Selain upaya pemerintah, Rustian memberikan apresiasi terhadap kontribusi besar masyarakat perantau Minangkabau dalam membantu korban bencana.
Sejak awal bencana, berbagai bentuk bantuan terus mengalir dari para perantau, mulai dari paket sembako hingga kebutuhan darurat lainnya.
"Hebatnya, perantau Minang saya lihat juga pulang untuk memberikan bantuan kepada masyarakat", ucapnya.
Semangat gotong royong tersebut dinilai sangat membantu percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
- Penulis :
- Arian Mesa








