Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Retret Kabinet di Hambalang Jadi Langkah Strategis Prabowo untuk Solidkan Pemerintahan dan Evaluasi Capaian Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Retret Kabinet di Hambalang Jadi Langkah Strategis Prabowo untuk Solidkan Pemerintahan dan Evaluasi Capaian Nasional
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026 yang merupakan sesi pembuka retret di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 6/1/2026 (sumber: Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menggelar retret kabinet jilid kedua di Hambalang sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh jajaran pemerintahannya bergerak dalam satu barisan menghadapi tantangan nasional dan global.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan pemerintahan.

"Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan," ungkapnya.

Pertimbangan Lokasi dan Makna Simbolik

Pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret memiliki pertimbangan praktis dan simbolik yang kuat.

Dari sisi praktis, kegiatan dilakukan di kediaman Presiden demi efisiensi, kenyamanan, dan memperhatikan situasi kebencanaan yang sedang terjadi di sejumlah wilayah.

Secara simbolik, Presiden ingin membentuk karakter kepemimpinan yang kokoh di dalam kabinet.

"Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai 'Hambalang Men' dan 'Hambalang Women'. Kan selama ini masyarakat cukup familiar ya dengan istilah 'Hambalang Boys', kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti Mas Sudaryono, Mas Sugiono, Mas Angga Raka maupun Mas Pras," jelas Timothy.

Ia menambahkan, "Mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan kerja keras."

Evaluasi Capaian dan Agenda Strategis

Retret kabinet jilid kedua ini berfokus pada evaluasi menyeluruh atas capaian pemerintahan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.

Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian besar yang dikemas dalam bentuk video sebelum sesi taklimat dimulai.

"Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global," ujar Timothy.

Dalam forum tersebut, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta menyampaikan paparan kinerja serta memberikan masukan langsung kepada Presiden.

Masukan itu menjadi dasar dalam merumuskan langkah percepatan kebijakan nasional ke depan.

Beberapa agenda strategis yang dibahas mencakup swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, Sekolah Rakyat, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang dijadikan landasan pembangunan nasional.

Presiden menyoroti indikator konkret dalam penilaian kinerja pemerintahan, seperti perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat.

Pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga disebut sebagai capaian penting dalam transformasi sektor kesehatan dan pendidikan.

Selain itu, capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia juga menjadi sorotan utama.

Presiden turut menekankan penguatan penegakan hukum, termasuk pemanfaatan hasil pengembalian kerugian negara untuk program strategis seperti beasiswa LPDP dan percepatan program perumahan.

Evaluasi dan penguatan arah kebijakan tidak hanya berhenti pada retret ini, karena Presiden juga secara rutin menggelar sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, hingga rapat koordinasi di akhir pekan.

Penulis :
Arian Mesa