Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Layanan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pulih Cepat Pascabanjir Berkat Kolaborasi Lintas Sektor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Layanan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pulih Cepat Pascabanjir Berkat Kolaborasi Lintas Sektor
Foto: (Sumber: Pasien menjalani perawatan dari tenaga kesehatan di RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang, Aceh. ANTARA/HO-BNPB)

Pantau - Layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, kembali berjalan normal setelah Rumah Sakit Umum Daerah Muda Sedia pulih dari dampak banjir yang sempat mengganggu operasional fasilitas tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan proses pembersihan lumpur sisa banjir di RSUD Muda Sedia telah selesai sehingga seluruh layanan utama dapat kembali dioperasikan.

Pemulihan rumah sakit ini dilakukan melalui gotong royong yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, relawan, serta masyarakat setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak tersebut mempercepat pemulihan fungsi layanan kesehatan.

Ia mengatakan, "Keterlibatan lintas unsur sangat membantu percepatan pemulihan fungsi layanan rumah sakit pascabanjir," ungkapnya.

Pemulihan layanan kesehatan didukung kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kesehatan, BNPB, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, serta para relawan.

Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam penyediaan peralatan medis dan penataan ulang ruangan rumah sakit selama masa pemulihan pascabencana.

Ruang Instalasi Gawat Darurat sementara difungsikan sebagai ruang rawat inap untuk menangani pasien dengan kondisi ringan.

Beberapa ruangan lain di rumah sakit dimanfaatkan untuk layanan kesehatan khusus sesuai kebutuhan darurat yang muncul.

Satu ruangan khusus digunakan untuk pelayanan bedah minor guna menangani tindakan medis sederhana.

Layanan persalinan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang khusus yang telah disiapkan selama proses pemulihan.

Sebanyak 964 relawan dikerahkan untuk mendukung layanan kesehatan di Aceh Tamiang.

Relawan tersebut terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, apoteker, bidan, perawat, tenaga medis lainnya, serta tenaga nonmedis.

Para relawan tidak hanya ditempatkan di rumah sakit, tetapi juga disebar hingga fasilitas kesehatan tingkat kecamatan dan desa.

Abdul Muhari menyatakan optimisme bahwa kualitas dan cakupan layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang akan terus meningkat seiring perbaikan fasilitas yang dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf