
Pantau - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup akses jalan utama Kampung Makoa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pascabanjir bandang yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026.
Kegiatan pembersihan dilakukan di ruas jalan Sawang–Makoa yang terdampak cukup parah akibat dua titik longsor dengan volume material besar.
Warga Apresiasi Kehadiran Bakamla RI di Lapangan
Kepala Desa atau Kapitalau Kampung Makoa, Husein Lerah, mengapresiasi keterlibatan langsung Bakamla RI dalam kerja bakti tersebut.
"Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran Bakamla RI," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pembersihan berlangsung selama lima hari dan sangat membutuhkan tambahan tenaga.
"Material longsor cukup banyak dan menutup badan jalan. Dengan adanya bantuan personel Bakamla, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kami berharap akses jalan ini bisa segera dibuka kembali," ujarnya.
Akses jalan yang tertutup berdampak langsung pada aktivitas warga, termasuk distribusi bahan kebutuhan pokok dan mobilitas antarwilayah.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kampung Makoa, kami menyampaikan terima kasih kepada Bakamla RI atas kepedulian dan keterlibatan secara langsung di lapangan,” lanjut Husein.
Kapal KN Singa Laut Dikerahkan untuk Bantu Warga
Selain membersihkan jalan, Bakamla RI juga mengerahkan kapal KN Singa Laut untuk menyalurkan bahan kebutuhan pokok dan personel ke Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Kapal tersebut turut membantu proses evakuasi lima warga Siau yang mengalami cedera akibat banjir bandang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit di Kota Manado.
Langkah cepat Bakamla RI ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi pascabencana di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








