
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi 81 bangunan sekolah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), serta dua satuan pendidikan baru yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp122 miliar.
"Seluruh program revitalisasi sekolah di Sultra yang dibiayai APBN 2025 telah tuntas 100 persen. Pelaksanaannya sejauh ini berjalan sesuai perencanaan awal, sebagaimana yang kita lihat di SMAN 7 Kendari ini," ujar Abdul Mu’ti saat penandatanganan prasasti secara simbolis di SMAN 7 Kendari.
Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Sekolah Baru di Wilayah Kepulauan
Peresmian tersebut mencakup dua sekolah baru yang berada di wilayah kepulauan, yaitu SMAN 2 Siompu di Kabupaten Buton Selatan dan SMAN 7 Pasarwajo di Kabupaten Buton.
Khusus di SMAN 7 Kendari, anggaran sebesar Rp2,04 miliar digunakan untuk membenahi 11 ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang OSIS, serta fasilitas sanitasi bagi warga sekolah.
"Kami berharap sarana dan prasarana yang telah diperbaiki ini dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik di level provinsi maupun satuan pendidikan masing-masing," kata Abdul Mu’ti.
Digitalisasi Pendidikan dan Solusi untuk Wilayah Terpencil
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyoroti progres digitalisasi pendidikan di Sultra, yang disebutnya sebagai "Bumi Anoa". Penyaluran interactive flat panel (IFP) atau papan tulis digital telah mencapai 95 persen di wilayah tersebut.
Untuk mengatasi tantangan geografis, pemerintah menyiapkan solusi teknologi bagi sekolah yang belum memiliki infrastruktur dasar.
"Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah menyediakan layanan Starlink. Sementara untuk sekolah yang belum teraliri listrik, akan kami lengkapi dengan panel surya agar proses pembelajaran berbasis digital tetap berjalan lancar," jelasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mencetak generasi unggul dan kompetitif guna mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi oleh tenaga pendidik dan siswa.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar dan guru, sejalan dengan visi transformasi pendidikan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








