
Pantau - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung telah menutup 5.721 titik lubang di sepanjang jalan nasional di Provinsi Lampung sebagai upaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Kepala BPJN Lampung M Ali Duhari mengatakan bahwa progres penanganan kerusakan jalan tersebut telah mencapai 79,75 persen dari total lubang yang terdata.
"Progres penutupan lubang di sepanjang jalan nasional di Provinsi Lampung sudah mencapai 79,75 persen, atau sudah ada 5.721 titik lubang yang telah ditutup," ungkapnya.
Total lubang yang terdata di seluruh ruas jalan nasional di Lampung mencapai 7.174 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.918 titik lubang masih dalam proses pengerjaan penutupan.
M Ali Duhari menjelaskan bahwa pendataan lubang dilakukan melalui survei lapangan ketika kontrak pekerjaan dimulai karena akan memasuki periode arus mudik Lebaran.
"Jadi pada saat kontrak itu kami melakukan survei karena ini sudah mau masuk arus mudik Lebaran," ia mengungkapkan.
Hasil survei awal menunjukkan terdapat 6.756 titik lubang di berbagai ruas jalan nasional.
Setelah dilakukan pendataan lanjutan, jumlah lubang meningkat menjadi 7.174 titik yang tersebar di seluruh ruas jalan nasional di Lampung.
Jalan nasional di Provinsi Lampung sendiri memiliki total panjang mencapai 1.298,48 kilometer yang terbagi dalam 65 ruas jalan.
Progres Penanganan Lubang di Setiap Wilayah
Lubang-lubang yang terdata tersebut terbagi dalam beberapa wilayah pelaksanaan pekerjaan.
Pada Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I terdapat total 2.982 titik lubang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.496 titik lubang telah berhasil ditutup.
Sebanyak 598 titik lubang di wilayah tersebut masih dalam proses pengerjaan.
Progres penutupan lubang di PJN Wilayah I telah mencapai 83,70 persen.
Sementara itu pada Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II terdapat total 3.825 titik lubang.
Sebanyak 2.858 titik lubang di wilayah tersebut telah berhasil ditutup.
Sebanyak 1.320 titik lubang masih dalam proses penutupan.
Progres penanganan lubang di PJN Wilayah II tercatat mencapai 74,72 persen.
Untuk pekerjaan yang berada di satuan kerja perangkat daerah tugas pembantuan (SKPD-TP), terdapat 367 titik lubang.
Seluruh lubang di wilayah SKPD-TP tersebut telah berhasil ditutup sepenuhnya.
"Jumlah lubang yang ada cukup banyak, karena jalan terus dilintasi kendaraan," kata M Ali Duhari.
Target Nol Lubang Sebelum Arus Mudik
BPJN Lampung menargetkan seluruh lubang di ruas jalan nasional dapat ditangani sebelum puncak arus mudik Lebaran.
"Tapi ditargetkan pengerjaan ini sampai nol lubang sampai 10 hari sebelum Lebaran," ujarnya.
Pengerjaan penutupan lubang masih terus dilakukan hingga batas waktu yang telah ditentukan menjelang Lebaran.
Dalam proses perbaikan, lubang yang berdiri sendiri akan ditutup satu per satu.
Lubang yang berada berdekatan akan digabung dan ditutup secara bersamaan menjadi satu tambalan.
Penutupan lubang dilakukan menggunakan metode cold milling.
Metode tersebut dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang rusak menggunakan mesin khusus.
Setelah lapisan rusak dikupas, permukaan jalan kemudian ditambal menggunakan aspal baru.
Penutupan lubang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan bagi para pengendara.
Upaya tersebut juga bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat sejumlah kendala di lapangan.
Salah satu kendala utama adalah kondisi cuaca ekstrem dengan hujan yang terjadi secara terus-menerus.
"Dan dalam pelaksanaan penutupan lubang ini memang ada kendala salah satunya karena masih berada di kondisi cuaca ekstrem, dengan hujan yang terjadi terus menerus," jelasnya.
"Sedangkan aspal tidak bisa dingin harus diusahakan dalam kondisi panas," tambahnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







