
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus bersinergi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta masyarakat sekitar, bukan dengan pemasok besar dari luar daerah.
Saat meninjau SPPG Kalikajar 001 di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM desa sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Tidak boleh kerja sama dengan pemasok besar dari luar. Harus melibatkan UMKM desa supaya ekonomi di sini tumbuh. Ibu-ibu tanam buah laku, tanam sayur laku, pelihara ayam laku, telur laku, ikan laku," ungkapnya.
Zulkifli menegaskan bahwa SPPG yang tidak melibatkan masyarakat sekitar akan dievaluasi, bahkan bisa kehilangan izin operasional jika tetap bekerja sama dengan pihak luar.
"Kalau tidak sinergi dan belinya dari Jakarta, itu bisa dievaluasi. Kalau diperingatkan tidak mau, lama-lama bisa dicabut," ia mengungkapkan.
Arahan Presiden dan Penekanan pada Kesehatan Pangan
Zulkifli menyampaikan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yaitu agar SPPG bisa menyejahterakan warga di sekitarnya.
Tak hanya dari sisi ekonomi, ia juga menekankan pentingnya standar kesehatan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program.
Setiap SPPG, menurutnya, harus memiliki sertifikat laik higiene sanitasi agar makanan yang disalurkan benar-benar sehat dan aman dikonsumsi.
"SPPG ini harus sehat, higienis, sehingga betul-betul bisa menjadikan anak-anak Indonesia anak-anak yang hebat," katanya.
Pemenuhan gizi untuk ibu hamil turut menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan pencegahan tengkes (stunting) di masa depan.
"Kalau ibu hamil tidak dijaga gizinya, nanti stunting. Dampaknya bukan hari ini, tapi lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kalau asupannya bagus, anak-anak kita fisiknya sehat, otaknya cerdas," jelas Zulkifli.
Penerima Manfaat Sambut Positif Program Makanan Bergizi Gratis
Risnawati, salah satu penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG), mengungkapkan rasa senangnya terhadap program tersebut.
"Senang. Semoga program ini bisa dilanjutkan terus," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menu makanan yang diterima berupa buah dan roti, yang dianggap cukup membantu kebutuhan gizinya.
Program MBG sendiri merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan anak-anak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
- Penulis :
- Shila Glorya








