Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sekolah Rakyat Banjarbaru Latih Siswa Miskin Ikut OSN lewat Praktikum Fisika dan Pendalaman Sains

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sekolah Rakyat Banjarbaru Latih Siswa Miskin Ikut OSN lewat Praktikum Fisika dan Pendalaman Sains
Foto: (Sumber: Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau laboratorium fisika Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026) Laboratorium itu berada dalam satu lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial sekaligus salah satu fasilitas yang akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan, Senin (12/1/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyiapkan siswa-siswa berprestasi untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui pembelajaran sains berbasis praktik sejak jenjang SMA.

Pembelajaran dilakukan secara kontekstual dan aplikatif di laboratorium fisika, dengan peralatan seperti jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca.

Guru IPA SRT 9 Banjarbaru, Steffy (26), menjelaskan bahwa pendalaman materi dilakukan bertahap dengan penekanan pada pemahaman konsep dasar dan keterampilan ilmiah siswa.

“Melalui praktik tersebut siswa dilatih mengukur diameter, panjang, dan massa berbagai benda, termasuk koin dan batang statis, hingga menghitung dengan rumus-rumus agar terbiasa menerapkan metode ilmiah dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Tiga Siswa Dipersiapkan Ikuti OSN dan Seleksi Prestasi

Tiga siswa kelas X SMA yang dipilih mengikuti program pendalaman ini adalah Daffa (14), Sentia (15), dan Nindiana (15), berdasarkan minat serta potensi mereka di bidang sains.

Ketiga siswa tersebut diproyeksikan untuk mengikuti OSN dan seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi akademik.

Steffy menyatakan bahwa kegiatan dilakukan rutin dan tidak hanya terbatas di ruang kelas.

“Rutin pak, tidak hanya belajar formal di ruang kelas mereka kami berikan pendalaman juga, ya ilmu fisika,” ia menambahkan.

Daffa, salah satu siswa, mengaku tertarik pada fisika karena materi diajarkan secara aplikatif dengan peralatan yang lengkap dan modern.

“Matematika saya waktu SMP nilainya belum begitu baik, sulit butuh konsentrasi, tapi saya suka, orang tua saya banyak mengingatkan belajar terus belajar sehingga bisa bermanfaat dan tidak bernasib seperti mereka,” ungkap Daffa.

Daffa berasal dari keluarga miskin di Banjarmasin dan masuk kategori desil 1 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Fasilitas Modern dan Dukungan Pemerintah Pusat

Laboratorium fisika tempat mereka belajar berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) milik Kementerian Sosial.

Fasilitas tersebut dijadwalkan akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026 dalam rangka peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik agar siswa memahami manfaat materi dalam kehidupan nyata.

“Guru perlu menjelaskan tujuan dan kegunaan setiap materi agar siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan penerapan sehari-hari tentu pula diarahkan menuju prestasi membanggakan,” ungkap Saifullah.

Kementerian Sosial mengungkapkan bahwa dari total 16.000 siswa Sekolah Rakyat, sebanyak 37,4 persen atau 1.828 siswa memiliki potensi di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika).

Sebanyak 1.204 di antaranya memiliki bakat khusus di bidang teknik seperti mekanik, teknisi otomotif, insinyur sipil, operator industri, dan arsitek.

Saifullah menyebut pemetaan potensi ini penting sebagai dasar pengajaran jangka panjang bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama.

Program Sekolah Rakyat Jadi Model Pengentasan Kemiskinan

Program pendalaman sains di Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan berorientasi prestasi.

Pembelajaran diatur dalam sistem Learning Management System (LMS) dan kurikulum pendidikan karakter yang disusun tim formatur.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan bermutu bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (Desil 1–4).

Model ini dirancang sebagai program pengentasan kemiskinan terpadu yang menyatukan berbagai layanan sosial pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah.

Pada tahun 2025, pemerintah telah membangun 166 Sekolah Rakyat dengan kapasitas 16.000 siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Penulis :
Gerry Eka