Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

100 Rumah di Sentral Rangkasbitung, Lebak Terendam Banjir Akibat Drainase Menyempit

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

100 Rumah di Sentral Rangkasbitung, Lebak Terendam Banjir Akibat Drainase Menyempit
Foto: (Sumber: Warga Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten tengah melakukan pembersihan air yang menggenangi rumahnya setinggi 10 sentimeter. ANTARA/Mansur..)

Pantau - Sekitar 100 rumah di Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir setinggi 10 sentimeter pada Senin pagi akibat penyempitan drainase yang menghambat lancarnya aliran air hujan.

Penyebab Banjir dan Masalah Drainase

Ketua RW 13 Kampung Sentral, Yanto, menyebutkan bahwa banjir menggenangi rumah warga di RT 02 dan RT 03. Penyebab utama banjir ini adalah saluran air yang tidak berfungsi optimal akibat penyempitan drainase, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.

Wilayah ini sudah menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan tinggi, mengingat saluran air yang tidak memadai.

Masalah yang Dihadapi Warga:

  • Pemukiman di Sentral Rangkasbitung sering kali terendam banjir akibat drainase yang sempit.
  • Warga berharap agar pemerintah daerah dapat membangun embung untuk menampung air hujan serta melakukan penyudetan drainase agar air dapat mengalir ke aliran Sungai Ciberang.

Upaya Warga Mengatasi Banjir

Encup (55), salah seorang warga, mengungkapkan bahwa pada Senin dini hari, rumahnya tergenang banjir akibat hujan deras yang turun sejak malam sebelumnya. Ia bersama tetangga terpaksa mengeruk air yang menggenang rumah mereka secara manual.

Pernyataan BPBD Lebak

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki drainase dan memastikan aliran air berjalan lancar. BPBD juga sedang meninjau lokasi longsor di Kecamatan Bayah yang menyebabkan kerusakan pada tujuh rumah.

Pemerintah daerah berencana untuk menangani masalah banjir ini dengan langkah-langkah jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

 

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti