
Pantau - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan bahwa sudah tidak ada lagi pengungsi atau korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang tinggal di tenda pengungsian di Provinsi Sumatera Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Suharyanto saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu.
"Khusus di Sumbar, kami pastikan memang sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Yang masih banyak ada di Provinsi Aceh dan sebagian di Sumatera Utara," ungkap Suharyanto.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan secara serentak di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.
Suharyanto menyebutkan bahwa penyaluran bantuan yang dilakukan saat ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan pada tahap pertama.
Pada tahap pertama, bantuan telah diberikan kepada 25 kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
Sementara pada tahap kedua yang dilaksanakan hari ini, bantuan disalurkan secara serentak kepada 19 kabupaten dan kota di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran Bantuan Setelah Verifikasi Kerusakan
Dengan adanya penyaluran bantuan tersebut, seluruh masyarakat terdampak di 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah menerima bantuan setelah data kerusakan rumah diverifikasi.
Verifikasi tersebut mencakup kategori kerusakan rumah ringan hingga kerusakan berat.
Suharyanto menegaskan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan janji sekaligus tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah berkomitmen agar masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan maupun sedang segera memperoleh bantuan.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, sebagian besar masyarakat telah dipindahkan ke hunian sementara.
Sebagian masyarakat lainnya memilih tinggal sementara bersama keluarga atau menerima dana pengungsian dari pemerintah.
Target Pemindahan ke Hunian Sementara Sebelum Ramadhan 2026
Suharyanto menyampaikan harapan agar proses penanganan bencana ini dapat terus berjalan hingga seluruh masyarakat terdampak menempati hunian sementara.
"Mudah-mudahan ini terus berlanjut, sebab target kami pada Ramadhan 2026 ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya masyarakat sudah dipindahkan ke huntara," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa meskipun wilayahnya mengalami dampak bencana yang cukup besar, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena keberhasilan pelaksanaan Program Desa Tangguh Bencana di daerahnya.
Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.
"Begitu mendapat informasi dari BMKG, pemerintah daerah langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah, program tangguh bencana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau dievakuasi," kata Eka Putra.
- Penulis :
- Arian Mesa







