
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa pemerintah akan memulai 34 proyek waste to energy (WTE) pada tahun 2026, sebagai upaya untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 12 Januari 2026.
"Tahun ini, dalam waktu dekat saya diberi laporan, kita akan mulai 34 proyek waste to energy, yaitu sampah kita ubah, kita bersihkan menjadi listrik," ungkap Presiden Prabowo.
Masalah Sampah Kota Jadi Alasan Utama
Presiden menjelaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas karena persoalan penumpukan sampah di kota-kota besar sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan bencana lingkungan.
"Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana belasan tahun, karena tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik," ia mengungkapkan.
Menurutnya, proyek WTE tidak hanya akan membersihkan sampah dari kawasan perkotaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung dalam bentuk energi listrik untuk masyarakat.
Tender Segera Dibuka, Proyek Butuh Waktu 2 Tahun
Prabowo menyebutkan bahwa proses tender proyek akan segera dilaksanakan, namun realisasi penuh dari proyek ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun hingga dapat berfungsi optimal.
"Kita sekarang akan mulai 34 proyek, tendernya dibuka mungkin hari-hari ini. Tapi ini butuh waktu 2 tahun sampai berfungsi," jelasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi masalah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber daya.
- Penulis :
- Leon Weldrick








