
Pantau - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia membahas perluasan dan penguatan kerja sama kebudayaan dengan Azerbaijan dalam pertemuan bersama Duta Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia Ramil A. Rzayev di Jakarta, Senin 12 Januari 2026.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan fokus kerja sama di bidang sastra, warisan budaya, serta pertukaran kegiatan kebudayaan antara kedua negara.
Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra yang memiliki kedekatan nilai budaya dan sejarah yang penting sebagai dasar kerja sama yang terstruktur dan saling menguntungkan.
Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan nilai budaya termasuk dalam tradisi sosial dan sejarah sehingga kerja sama kebudayaan perlu dieksplorasi lebih jauh terutama di bidang sastra dan warisan budaya.
"Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan nilai budaya termasuk dalam tradisi sosial dan sejarah Ke depan kerja sama kebudayaan ini perlu dieksplorasi lebih jauh terutama di bidang sastra dan warisan budaya," ungkapnya.
Fadli Zon menilai potensi kolaborasi di bidang literatur dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Museum of Literature di Azerbaijan.
Ia menyebut museum tersebut memiliki kemiripan narasi sastra dengan Indonesia yang tercermin dari kisah Layla Majnun di Azerbaijan dan kisah Panji di Indonesia.
Kesamaan narasi sastra tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk dialog sastra sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan budaya antara kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon juga mengusulkan perluasan nominasi tradisi Iftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang sebelumnya telah terinskripsi pada tahun 2023.
Pengajuan tradisi Iftar tersebut dilakukan bersama Azerbaijan, Iran, Turkiye, dan Uzbekistan.
Indonesia berharap Azerbaijan mendukung perluasan nominasi tradisi Iftar sekaligus membuka peluang nominasi bersama warisan budaya lainnya.
Fadli Zon mendorong penyelesaian nota kesepahaman kerja sama kebudayaan sebagai dasar hukum penguatan kolaborasi kedua negara.
"MoU kebudayaan ini penting sebagai dasar hukum untuk memperluas kerja sama termasuk penyelenggaraan kegiatan kebudayaan secara resiprokal baik di Indonesia maupun di Azerbaijan," ungkap Fadli Zon.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia tengah berproses untuk kembali aktif di organisasi Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization ISESCO yang dipandang strategis sebagai wadah kerja sama kebudayaan negara-negara Islam.
Duta Besar Azerbaijan Ramil A. Rzayev menyampaikan tanggapan positif atas inisiatif penguatan kerja sama kebudayaan tersebut.
"Meskipun jarak geografis cukup jauh masyarakat Azerbaijan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan tradisi dan nilai Hal ini menjadi dasar kuat untuk mempererat kerja sama kebudayaan," ungkap Ramil.
Ia menilai minat masyarakat Azerbaijan terhadap Indonesia terus meningkat terutama di kalangan generasi muda yang mulai tertarik pada bahasa, sejarah, dan kebudayaan Indonesia.
Minat tersebut berkembang melalui pusat studi dan berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan di Azerbaijan.
Azerbaijan juga berharap Indonesia dapat mendukung penyelenggaraan Azerbaijan Cultural Days di Indonesia serta rencana presentasi e-book berjudul Karabakh Khanate.
- Penulis :
- Aditya Yohan







