Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Perkuat Peran Zakat sebagai Perlindungan Sosial Kebencanaan di Sumatera

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Perkuat Peran Zakat sebagai Perlindungan Sosial Kebencanaan di Sumatera
Foto: (Sumber: Kemenag menyalurkan bantuan Al Quran kepada penyintas bencana di Sumatera. ANTARA/HO-Kemenag)

Pantau -  Kementerian Agama memperkuat peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial kebencanaan melalui berbagai intervensi terukur dan berkelanjutan dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026.

Penguatan peran zakat tersebut dilakukan dengan mengonversi dana zakat menjadi bantuan makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan rumah sementara bagi penyintas bencana.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menjelaskan bahwa pengelolaan zakat perlu bergeser dari pendekatan karitatif menuju sistem perlindungan sosial umat.

"Zakat tidak boleh berhenti sebagai respons darurat Ia harus bekerja sebagai sistem perlindungan sosial umat menjaga agar penyintas tetap memiliki akses pangan air bersih pendidikan listrik dan konektivitas untuk memulihkan kehidupannya," ungkap Waryono.

Ia menegaskan zakat diarahkan untuk bekerja sejak fase darurat hingga fase pemulihan pascabencana melalui skema sinergi nasional zakat.

Pada tahap tanggap darurat, sinergi nasional zakat dilakukan bersama Baznas dan berbagai Lembaga Amil Zakat di wilayah terdampak.

Sebanyak 385.330 porsi makanan siap saji telah disalurkan kepada penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyaluran tersebut meliputi 276.656 porsi di Aceh, 57.472 porsi di Sumatera Utara, dan 51.202 porsi di Sumatera Barat.

Selain itu, zakat juga disalurkan dalam bentuk 239.021 paket sembako dan logistik keluarga untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga terdampak bencana.

Di sektor kesehatan, zakat menopang layanan di 37 titik pos kesehatan yang tersebar di 19 titik di Aceh, sembilan titik di Sumatera Utara, dan sembilan titik di Sumatera Barat.

Layanan kesehatan tersebut telah melayani 10.497 jiwa dengan dukungan 5.874 relawan dan personel respons lapangan.

Memasuki fase pemulihan, zakat diarahkan pada intervensi yang lebih struktural untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal.

Dompet Dhuafa membangun 1.000 unit Rumah Sementara bagi penyintas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan target 200 unit selesai pada Januari 2026.

Sementara itu, Rumah Zakat membangun 100 unit hunian sementara di Aceh Utara yang dibarengi dengan pelatihan konstruksi kayu bagi warga setempat.

Di bidang pendidikan dan keagamaan, zakat disalurkan dalam bentuk 29 ribu mushaf Al Quran dan buku Iqra serta 3.548 paket bantuan pendidikan siswa.

Untuk pemenuhan air bersih dan sanitasi, zakat mendukung distribusi 1,3 juta liter air bersih, pembangunan 60 sumur bor, dan pengadaan 10 unit alat filter air siap minum.

Guna menjaga konektivitas wilayah terdampak, zakat juga mendukung penyediaan 35 unit genset dan 15 perangkat Starlink.

"Dengan pendekatan ini zakat tidak lagi semata bergerak berdasarkan empati sesaat tetapi menjadi instrumen kebijakan sosial keagamaan yang menopang daya tahan masyarakat di tengah krisis yang semakin kompleks dan berulang," ungkap Waryono.

Penulis :
Aditya Yohan