Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Pusat Salurkan 20 Unit Rontgen Portabel untuk Tangani TBC di Makassar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Pusat Salurkan 20 Unit Rontgen Portabel untuk Tangani TBC di Makassar
Foto: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia dr Benyamin Paulus Octavianus saat meninjau langsung inovasi penanganan TBC di Puskesmas Ballaparang, Makassar, Selasa 13/01/2026 (sumber: Humas Pemkot Makassar)

Pantau - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan bantuan 20 unit alat rontgen portabel ke Kota Makassar untuk mempercepat skrining dan penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di masyarakat.

Penanganan TBC Dipermudah dengan Rontgen Portabel

Bantuan alat kesehatan ini disiapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai bagian dari strategi nasional penanggulangan TBC di wilayah prioritas.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa alat rontgen portabel tersebut dirancang agar bisa menjangkau berbagai lokasi pelayanan kesehatan masyarakat, dari puskesmas hingga rumah-rumah warga.

"Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Bisa digunakan di puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga. Ini akan mempermudah proses diagnosis," ungkapnya.

Setiap unit rontgen portabel memiliki kapasitas layanan sekitar 3.000 pasien per tahun.

Dengan pengadaan 20 unit, diperkirakan sebanyak 60.000 warga Kota Makassar dapat menjalani pemeriksaan TBC sepanjang tahun 2026.

Alat ini memiliki bobot ringan, sekitar tiga kilogram, sehingga mudah dibawa dan digunakan secara fleksibel hingga ke tingkat kelurahan.

"Seluruh anggota keluarga harus diperiksa gratis, bukan hanya untuk TBC, tetapi juga bisa meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, dan dilakukan foto rontgen," jelas Wamenkes.

Ia menambahkan, "Jika ada penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal."

Makassar Jadi Wilayah Prioritas Nasional TBC

Wamenkes menegaskan bahwa Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, ditetapkan sebagai wilayah prioritas nasional untuk penanganan TBC.

Makassar masuk dalam delapan provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia, bersama dengan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 9.885 kasus TBC yang telah ditangani di Kota Makassar.

Selain pemeriksaan rontgen, pemerintah juga akan melakukan penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga penderita TBC.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah pusat.

"Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya," ungkapnya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendorong inovasi layanan kesehatan yang langsung menyasar masyarakat serta memastikan program-program kesehatan bisa diakses secara luas.

Penulis :
Shila Glorya