
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan 24 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sebagai bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan periode 2025.
Peresmian tersebut mencakup 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA, yang seluruhnya mendapatkan bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.
Selain itu, Atip juga meresmikan SMA Negeri 11 Tasikmalaya sebagai unit sekolah baru yang berlokasi di Kecamatan Bungursari.
“Kehadiran SMA Negeri 11 Tasikmalaya ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Bungursari,” ungkapnya.
Revitalisasi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kota Tasikmalaya meliputi pembangunan toilet beserta sanitasinya, pembangunan area bermain dan alat permainan edukatif (APE) luar ruang untuk PAUD, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru beserta perabot, pembangunan ruang laboratorium, serta pembangunan ruang administrasi sekolah.
Atip menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Salah satu wujud nyata program pemerintah di bidang pendidikan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu adalah melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan,” ia mengungkapkan.
Atip menambahkan bahwa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas dari berbagai aspek, seperti sarana dan prasarana, penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan kecerdasan abad ke-21.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kompetensi, pemahaman dan penguasaan pengetahuan pada bidang-bidang tertentu,” jelasnya.
Dukungan Pemerintah Pusat Disambut Apresiasi Pemda
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan sektor pendidikan di daerahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas adanya revitalisasi sarana pendidikan di Kota Tasikmalaya yang sangat diharapkan oleh kami semua,” ungkap Asep.
Ia menambahkan bahwa kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Tasikmalaya masih membutuhkan peningkatan, sehingga bantuan dari pemerintah pusat sangat membantu.
Asep juga menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, Pemkot Tasikmalaya telah melaksanakan rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah secara mandiri.
Saat ini, Kota Tasikmalaya memiliki 189 SD Negeri, 337 SD Swasta, 21 SMP, dan 11 SMA setelah diresmikannya SMA Negeri 11 Tasikmalaya.
Keterbatasan anggaran daerah, menurut Asep, membuat dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi masih sangat dibutuhkan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap sinergi ini terus berjalan terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana, serta tenaga pendidik dan kependidikan.
- Penulis :
- Shila Glorya







