Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Peringatkan Angin Kencang hingga 40 Km/Jam di NTB, Warga Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Peringatkan Angin Kencang hingga 40 Km/Jam di NTB, Warga Diminta Waspada Gelombang Tinggi
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Sejumlah warga memancing di pinggiran pantai saat terjadi gelombang tinggi di Pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai angin permukaan dengan kecepatan maksimum mencapai 40 kilometer per jam.

Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, di Mataram pada Rabu (14/1), terkait meningkatnya potensi bahaya cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

"Arah angin bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam," jelasnya.

Dinamika Atmosfer dan Monsun Asia Jadi Pemicu

BMKG mencatat bahwa fenomena angin kencang ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer, yakni terbentuknya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian selatan perairan NTB serta pengaruh penguatan Monsun Asia.

Keberadaan pusat tekanan rendah tersebut mengubah arah aliran angin dan memperkuat tekanan udara di sekitarnya, sehingga menciptakan perbedaan tekanan signifikan yang memicu angin kencang.

"Perbedaan tekanan antara daerah tinggi dengan daerah rendah yang kian menguat membuat angin bertiup kencang agar kedua daerah yang berbeda tekanan menjadi seimbang," ujar Satria.

Selain itu, aliran massa udara dari Laut China Selatan akibat penguatan Monsun Asia turut memperkuat kecepatan angin permukaan di wilayah NTB.

Tekanan udara di NTB saat ini berada di kisaran 1.008 hingga 1.011 milibar.

Waspada Pohon Tumbang dan Gelombang Tinggi di Perairan

BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap bahaya angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, mengganggu aktivitas laut, serta membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor di jalan terbuka.

Salah satu jalur darat yang perlu diwaspadai adalah jalur bypass yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Tengah.

BMKG juga telah menerbitkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau lebih di seluruh perairan NTB.

Gelombang dengan kategori sedang ini dianggap berbahaya bagi perahu nelayan hingga kapal tongkang.

"Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, dimohon agar selalu waspada," pungkas BMKG.

Penulis :
Aditya Yohan