
Pantau - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa transformasi digital dan budaya kerja inovatif menjadi strategi utama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju pemerintahan yang bersih dan melayani.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan komitmen bersama di Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026.
"Kami berupaya membangun sistem yang diinginkan sebagai ZI. Kalau sistem ini sudah baik dirasakan oleh masyarakat, saya tidak perlu khawatir siapa pengganti saya, kalau sudah ada value yang dirasakan oleh masyarakat. Inilah cita-cita besar kami di Kemenkum," ujar Supratman.
Transformasi Digital Jadi Landasan Pelayanan Publik Bernilai
Kemenkum secara aktif membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Transformasi digital disebut bukan sekadar pembangunan sistem, tetapi untuk menciptakan layanan yang memberi nilai dan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Menjadikan transformasi digital sebagai kesadaran untuk pemenuhan pelayanan publik merupakan jalur yang benar," tegas Supratman.
Penerapan digitalisasi telah menunjukkan hasil konkret dalam satu tahun terakhir, seperti di bidang peraturan perundang-undangan (PUU) dengan hadirnya aplikasi e-harmonisasi, yang memungkinkan penyelesaian harmonisasi dalam satu hari di beberapa kantor wilayah.
Contoh lain yaitu sistem pemantauan bantuan hukum gratis, yang kini dapat melacak jumlah dan jenis kasus yang ditangani oleh para juru damai di desa dan kelurahan.
Inovasi Jadi Budaya Kerja, Pegawai Diganjar Kenaikan Pangkat Istimewa
Selain transformasi digital, strategi lain dalam membangun ZI adalah dengan menanamkan budaya kerja berbasis inovasi.
Kemenkum memberikan insentif berupa kenaikan pangkat istimewa bagi pegawai yang berhasil menciptakan inovasi pelayanan publik.
Langkah ini mendorong kompetisi sehat di antara para pegawai untuk terus memperbaiki sistem layanan.
Penghargaan tidak hanya diberikan dalam bentuk piagam, tetapi juga dalam bentuk peningkatan jenjang karier, yang membuat inovasi menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Kemenkum.
Dengan komitmen ini, Supratman berharap Zona Integritas tidak hanya menjadi target administratif, melainkan menjadi budaya birokrasi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







