Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Afghanistan Serukan Dialog dan Perdamaian di Tengah Bentrokan Perbatasan dengan Pakistan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Afghanistan Serukan Dialog dan Perdamaian di Tengah Bentrokan Perbatasan dengan Pakistan
Foto: (Sumber : Puing-puing terlihat di sekitar bangunan yang rusak setelah serangan udara di Provinsi Nangarhar, Afghanistan, pada 22 Februari 2026. Zabihullah Mujahid, juru bicara pemerintah Afghanistan, mengkonfirmasi di X pada hari Minggu (22/2) bahwa militer Pakistan sekali lagi melakukan serangan udara di daerah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan, menyebabkan puluhan korban jiwa. ANTARA/Saifurahman Safi/Xinhua/pri..)

Pantau - Pemerintah Afghanistan menyatakan ingin menyelesaikan masalah dengan Pakistan melalui “dialog dan perdamaian,” di tengah bentrokan perbatasan terbaru yang telah menewaskan puluhan orang di kedua sisi sejak Kamis malam 26 Februari.

Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan, “Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan tetap ingin masalah ini diselesaikan melalui dialog,” dalam konferensi pers di Kandahar pada Jumat 27 Februari.

Ia menyebut pesawat Pakistan masih terbang di atas Afghanistan beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke Kabul, Kandahar, dan kota lainnya serta menilai Pakistan belum menunjukkan kesediaan menyelesaikan masalah melalui dialog.

Kabul melaporkan 13 tentaranya dan 22 warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut, sementara total korban tewas di kedua sisi meningkat menjadi 48 orang termasuk 12 tentara Pakistan dan satu warga sipil.

Mujahid mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan perbatasan serta 19 pos dihancurkan.

Ia mengatakan, “Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa yang ditangkap, yang jumlahnya akan kami umumkan kemudian,”.

Afghanistan mengumumkan telah melancarkan serangan perbatasan sebagai respons atas serangan udara Islamabad yang menewaskan banyak orang, sementara Pakistan membalas dengan tembakan berat dan serangan udara baru di provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia pada Jumat dini hari.

Mujahid menolak tuduhan Islamabad bahwa Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan dan menegaskan Afghanistan tidak mengizinkan individu atau kelompok mana pun menggunakan wilayahnya untuk menyerang negara lain.

Ia menyatakan, “Perang internal Pakistan sepenuhnya merupakan urusan dalam negerinya dan bukan isu baru,”.

Ia menambahkan, “Kebijakan luar negeri kami didasarkan pada saling menghormati dan kami tidak ingin menempuh jalan yang merugikan atau memusuhi siapa pun,”.

Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi melakukan pembicaraan terpisah dengan diplomat tinggi Qatar Mohammed bin Abdulaziz Al-Khulaifi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan terkait konflik tersebut yang menekankan pentingnya memperkuat suasana toleransi dan menempuh solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Penulis :
Aditya Yohan