
Pantau - Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan signifikan dengan tercatat 341 kali letusan hanya dalam kurun waktu 24 jam pada Selasa, 13 Januari 2026.
Aktivitas Meningkat Sejak Awal Januari
Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok melaporkan bahwa intensitas letusan terus meningkat sejak awal bulan.
"Cukup intensif letusan di puncak Gunung Ile Lewotolok, dimana dari catatan yang didapat terhitung sejak 00.00 WITA hingga 24.00 WITA (Selasa 13/1) terdapat 341 kali letusan," ungkap Pengamat Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, di Kupang pada Rabu.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sehari sebelumnya, Senin, 12 Januari 2026, yang mencatat 281 letusan.
Stanislaus menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas erupsi mulai terdeteksi sejak 4 Januari 2026, ketika gunung mulai menunjukkan letusan dengan intensitas sedang.
Secara visual, letusan disertai kolom abu setinggi 200 hingga 350 meter yang mengandung asap putih dan kelabu.
Status gunung saat ini masih berada pada level waspada.
Warga Dilarang Dekat Zona Bahaya
Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok mengeluarkan sejumlah imbauan dan rekomendasi keselamatan.
Masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi.
"Serta tidak melintas di sektoral selatan dan tenggara, dan barat, sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok," tambah Stanislaus.
Rekomendasi ini diberikan untuk mengantisipasi dampak letusan, termasuk potensi bahaya dari abu vulkanik dan lontaran material erupsi yang bisa membahayakan keselamatan warga.
- Penulis :
- Aditya Yohan







