
Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa dini hari pukul 02.19 WIB dengan status tetap berada pada Level II atau Waspada.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan saat erupsi tersebut terjadi.
Erupsi sebelumnya tercatat terjadi pada Minggu 28 Februari sore.
Pada erupsi sebelumnya, gunung strato vulkano yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu melontarkan material abu vulkanik setinggi 1.500 meter berdasarkan catatan Pos Gunung Api setempat.
Lana Saria menyatakan, “Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II/Waspada,”.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi ancaman lahar atau banjir lahar terutama saat hujan.
Jika terjadi hujan abu, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Seluruh pihak diminta menjaga suasana tetap kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya dengan tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, Jawa Barat, maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas Gunung Marapi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







