
Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat bahwa potensi gas vulkanik beracun masih terdapat di kawasan kawah Gunung Marapi, Sumatera Barat, berdasarkan evaluasi aktivitas periode 1–15 April 2026.
Potensi Gas Beracun di Kawah Marapi
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebutkan area puncak gunung masih menyimpan bahaya gas vulkanik.
"Di area kawah atau puncak Gunung Marapi juga terdapat potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun," ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat empat jenis gas berbahaya yang terdeteksi, yakni karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan hidrogen sulfida (H2S).
Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut masih berstatus Level II atau Waspada.
Imbauan dan Rekomendasi untuk Masyarakat
Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk larangan bagi masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek sebagai pusat aktivitas.
Selain itu, warga diminta menggunakan masker saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi juga diimbau waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan.
Badan Geologi menegaskan aktivitas gunung akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk mengantisipasi perubahan signifikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








