
Pantau - Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun infrastruktur pengendali banjir berupa pompa dan pintu air di sejumlah wilayah rawan banjir, termasuk Desa Salembaran Jati dan Perumahan Duta Bandara, sebagai langkah cepat menanggulangi dampak banjir yang telah berdampak pada lebih dari 50 ribu jiwa.
Pemasangan Pompa di Salembaran Jati dan Kosambi Barat
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan pompa air akan difokuskan di RW07, RW02, dan RW31 di Desa Salembaran Jati, serta RW05 dan RW03 di wilayah Kosambi Barat.
Langkah ini merupakan hasil dari rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten dengan instansi terkait sebagai respons atas banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
"Meski kajian teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) belum sepenuhnya final, kami tetap menampung masukan dan informasi dari masyarakat sebagai dasar awal mencari solusi yang cepat dan tepat," ungkapnya.
Sebagai tahap awal, pemerintah akan memasang unit pompa dengan kapasitas tiga meter kubik per menit untuk memindahkan air dari lokasi banjir ke Rawa Lumpang atau ke drainase perimeter PIK 2.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait, masyarakat, dan pihak lainnya demi memastikan penanganan banjir dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Pembangunan Pintu Air di Duta Bandara dan Dampak Banjir
Di wilayah Perumahan Duta Bandara, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran dalam APBD-P 2025 untuk pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang perumahan tersebut.
Setelah pembangunan pintu air rampung, rencananya akan dilanjutkan dengan pembangunan pompa banjir untuk mengendalikan banjir rob dari Kali Prancis, berdasarkan kajian teknis dan permintaan warga sekitar.
Pemkab Tangerang juga tengah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura sebagai pemangku kepentingan di kawasan tersebut agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir mendapat dukungan dan izin.
"Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan," ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat bahwa lebih dari 50 ribu jiwa terdampak banjir akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa data tersebut berasal dari enam kecamatan terdampak, yakni Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan.
"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 kepala keluarga (KK), meliputi kurang lebih 45-50 ribu jiwa," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sedikitnya 1.000 jiwa telah dievakuasi dari wilayah Kosambi ke tempat yang lebih aman.
"Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi telah mengungsi. Namun, kami masih melakukan pendataan," jelasnya.
Banjir terjadi di 18 lokasi dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter, dan lokasi terparah tercatat berada di wilayah Kosambi.
"Evakuasi kurang lebih tidak terlalu banyak, khususnya yang ada di Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang," tutupnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







