
Pantau - Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai kesiapan infrastruktur distribusi menjadi kunci utama untuk menjaga pasokan energi nasional tetap stabil.
Ketua Umum Aspebindo Anggawira mengatakan setiap tahun terjadi lonjakan konsumsi energi seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan listrik terutama saat momentum hari besar seperti Idul Fitri.
Ia mengatakan, "Setiap tahun kita melihat adanya lonjakan konsumsi energi. Baik itu BBM, LPG maupun listrik. Untuk itu kesiapan infrastruktur distribusi serta koordinasi antar stakeholder menjadi kunci supaya pasokan energi tetap terjaga dan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman."
Anggawira menambahkan pemerintah perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan sistem distribusi energi nasional berjalan lancar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menjelaskan dinamika global seperti konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran berpotensi memberikan dampak terhadap sistem energi nasional.
Namun pemerintah Indonesia dinilai harus tetap sigap dalam mengantisipasi dampak dari situasi tersebut.
Menurut Anggawira momentum Idul Fitri menjadi ujian penting bagi ketahanan sistem energi nasional karena meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik di berbagai daerah.
Sementara itu praktisi energi dan infrastruktur Tommy Jamail menilai sistem infrastruktur energi Indonesia perlu terus bertransformasi agar lebih adaptif terhadap berbagai tantangan global maupun domestik.
Ia mengatakan, "Kita membutuhkan sistem infrastruktur energi yang adaptif dan resilient. Artinya, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu merespons perubahan kondisi global, termasuk fluktuasi harga energi dan potensi gangguan rantai pasok."
Tommy menekankan pentingnya integrasi antara infrastruktur energi, sistem logistik, serta teknologi pemantauan distribusi guna meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







