Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Berbeda dengan Rekomendasi BPK, Mori Hanafi Nilai Bendungan Karian Tidak Optimal untuk PLTA

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Berbeda dengan Rekomendasi BPK, Mori Hanafi Nilai Bendungan Karian Tidak Optimal untuk PLTA
Foto: (Sumber: Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi V di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (15/1/2026). Foto: we/Mahendra.)

Pantau - Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyoroti ketidakoptimalan pemanfaatan Bendungan Karian sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air meski memiliki potensi air yang besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Mori Hanafi di sela Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (15/1).

Catatan Fungsi PLTA Bendungan Karian

Mori Hanafi menjelaskan Bendungan Karian memiliki potensi tampungan air hingga sekitar 314 juta meter kubik dengan empat fungsi utama.

Ia menyampaikan “Bendungan yang kita lihat saat ini ada potensi airnya sampai dengan 314 juta. Dengan potensi air ini, ada empat (fungsi) pokok. Pertama, untuk pengendalian banjir; Kedua, untuk air baku; Ketiga, untuk jaringan irigasi; dan keempat sedianya untuk PLTA,” ungkapnya.

Mori Hanafi menilai fungsi PLTA di Bendungan Karian tidak dapat dioptimalkan apabila bendungan difokuskan untuk air baku dan jaringan irigasi.

Ia menjelaskan “Kalau mau untuk PLTA, itu harus bendungan khusus. Sementara Bendungan Karian ini lebih cocok untuk air baku dan irigasi,” ujarnya.

Temuan BPK dan Evaluasi Kebijakan Bendungan

Mori Hanafi menyinggung temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang menyatakan seluruh bendungan yang dibangun sejak 2014 ditargetkan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga air.

Ia menegaskan “Temuan BPK menyatakan bahwa seluruh bendungan, ada 61 bendungan yang dibangun dari tahun 2014 sampai sekarang. Itu seluruhnya harus bisa digunakan untuk pembangkit tenaga air. Nah ini jadi temuan, ini akan jadi masalah,” katanya.

Mori Hanafi memperingatkan bahwa tanpa pembahasan serius, temuan tersebut akan terus berulang di masa mendatang.

Ia menyampaikan “Kalau tidak dibicarakan, temuan ini akan terus. Sepuluh tahun lagi temuan BPK akan jalan-jalan terus. Makanya itu harus dibicarakan,” ungkapnya.

Mori Hanafi menilai target daya listrik dari bendungan dinilai terlalu jauh dari potensi riil di lapangan.

Ia menyampaikan “Bayangkan, bendungan sebesar ini saja Cuma (menghasilkan listrik) sekitar 1,8 MW, sementara targetnya sampai 144 MW. Itu jauh sekali dan agak susah untuk dicapai,” ujarnya.

Apresiasi Fungsi Irigasi dan Air Baku

Mori Hanafi menilai pemanfaatan Bendungan Karian secara umum telah berjalan baik terutama untuk irigasi dan air baku.

Ia mengapresiasi jaringan irigasi yang mampu melayani lebih dari 21 ribu hektare lahan pertanian.

Sistem air baku Bendungan Karian juga dinilai mampu dimanfaatkan hingga tiga provinsi.

Mori Hanafi menyampaikan “Untuk hal lainnya bagus. Jaringan irigasinya luar biasa, air bakunya juga bisa untuk tiga provinsi. Potensi airnya kita anggap cukup, dan itu membuat saya cukup senang,” ungkapnya.

Mori Hanafi menegaskan catatan terkait fungsi PLTA akan menjadi bahan pembahasan lanjutan Komisi V DPR RI bersama pihak terkait.

Penulis :
Ahmad Yusuf