
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi menyatakan peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia di Uni Emirat Arab terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang pesat dan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di negara Teluk tersebut.
Judha Nugraha mengatakan pemerintah Uni Emirat Arab tengah memperluas pembangunan di berbagai sektor strategis yang membutuhkan tenaga kerja asing dalam jumlah besar.
Ia menyampaikan, “Peluang kerja bagi PMI di UEA terus meningkat. Negara ini berkembang cepat dan membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga terampil yang tidak dapat dipenuhi oleh tenaga lokal.”
Data imigrasi Uni Emirat Arab mencatat sekitar 81 ribu warga negara Indonesia bekerja di negara tersebut dengan mayoritas masih berada di sektor domestik.
Namun, terdapat tren peningkatan signifikan jumlah pekerja Indonesia yang masuk ke kategori tenaga kerja terampil, termasuk di sektor hospitality dan sektor energi.
Lebih dari 500 insinyur Indonesia saat ini tercatat bekerja di perusahaan minyak di Uni Emirat Arab.
Judha menilai data tersebut menunjukkan tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di sektor strategis yang memiliki potensi besar bagi perekonomian Uni Emirat Arab.
Ia menegaskan, “Ini kesempatan berharga untuk mendorong penempatan pekerja migran, khususnya di sektor formal dan terampil, ke UEA.”
Judha menekankan bahwa peningkatan peluang kerja harus diimbangi dengan penerapan prinsip migrasi aman bagi pekerja migran Indonesia.
Perlindungan pekerja migran Indonesia harus diberikan secara menyeluruh mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah kembali ke Tanah Air.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai dipastikan selalu siap memberikan pendampingan kepada pekerja migran Indonesia.
Ia mengingatkan pekerja migran Indonesia wajib melapor kepada perwakilan Republik Indonesia agar memperoleh perlindungan penuh selama berada di Uni Emirat Arab.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







