
Pantau - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengusulkan revitalisasi terhadap 11.929 hektare lahan persawahan yang terdampak banjir bandang dan longsor kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil saat Mentan melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut.
"Ismail A Jalil telah menyampaikan permohonan warga kepada Mentan Amran, ada usulan sebanyak 11.929 hektare sawah untuk direvitalisasi kembali," ungkap Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, dari Banda Aceh, Kamis.
Kunjungan Mentan dan Peninjauan Sawah Rusak
Permohonan ini disampaikan saat kunjungan kerja Mentan Amran bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto ke Aceh Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peletakan batu pertama (ground breaking) rehabilitasi serta peninjauan langsung sawah terdampak bencana di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu.
Selain revitalisasi sawah, Bupati Aceh Utara juga mengajukan permintaan bantuan tambahan untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak.
Bantuan yang diminta meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan peternakan, benih unggul, pestisida, obat-obatan, pupuk, serta bantuan langsung tunai (BLT) bagi petani terdampak.
"Semua ini sangat dibutuhkan masyarakat mengingat sektor pertanian, peternakan dan perikanan merupakan mata pencaharian utama warga Aceh Utara," ungkap Muntasir Ramli.
Revitalisasi Berbasis Padat Karya
Mentan Amran Sulaiman menyatakan bahwa proses revitalisasi lahan pertanian akan melibatkan petani lokal dan dilaksanakan dengan sistem padat karya.
"Jika perlu petani juga ikut bekerja sendiri merevitalisasi lahan, kemudian dibayar pemerintah, jadi mekanisme pengerjaan dalam bentuk swakelola," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat tidak hanya dalam tahap tanggap darurat, namun akan terus berlanjut hingga pemulihan sektor pertanian selesai dilakukan.
Untuk mempercepat proses rehabilitasi, Kementerian Pertanian telah menyalurkan sejumlah bantuan, termasuk pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, dan traktor roda empat.
Program rehabilitasi ini akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yang mencakup sekitar 90–95 persen dari total lahan terdampak.
Dengan demikian, petani diharapkan dapat segera kembali menanam dan memulihkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick







