
Pantau - Wakil Menteri Agama RI, Romo Raden Muhammad Syafii, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama adalah pilar utama dalam menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama di Indonesia.
Hal itu disampaikan Romo saat memberikan bimbingan dan pembinaan kepada ASN Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
"Pilar penjaga harmoni keumatan di lini terdepan, sebagai wakil pemerintah menjaga dan mengawal harmonisasi kehidupan antar-umat beragama di tengah masyarakat," ungkapnya.
Romo mengingatkan bahwa setiap amanah dari negara harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama tidak boleh meninggalkan kesan negatif atau stigma buruk terhadap institusi Kementerian Agama di mata publik.
"Tugas aparatur Kementerian Agama itu, menjaga kehidupan harmonisasi di tengah umat beragama. Karena itu, pesan-pesan agama senantiasa harus tersampaikan kepada umat beragama," ia mengungkapkan.
Harmoni Keumatan di Tengah Kemajemukan Bangsa
Romo menjelaskan bahwa kerukunan antar-umat beragama di Indonesia harus dirawat dengan sungguh-sungguh, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural dan majemuk.
Ia menyebut pluralitas sebagai anugerah dari Allah SWT yang menjadi modal penting dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, di banyak negara lain, perbedaan agama, suku, dan budaya sering kali menjadi pemicu konflik sosial.
"Karena itu, kontribusi insan Kementerian Agama menjadi penting dan strategis dalam membangun semangat harmoni di tengah masyarakat tetap terjaga dengan baik," tegas Romo.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan bangsa Indonesia saat ini terus didorong oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju.
Romo menekankan bahwa pembangunan nasional membutuhkan persatuan dan kesatuan rakyat, serta tidak terpecah karena perbedaan.
"Pelan tapi pasti, berbagai program dan capaian-capaian prestasi kerja Presiden Prabowo bersama Kabinet Merah Putih mulai terlihat, salah satunya swasembada pangan. Faktanya, Indonesia di 2025 tidak lagi mengandalkan impor beras, sebab suplai pangan dalam negeri terpenuhi, bahkan stoknya berlebih," jelasnya.
Garda Terdepan Melawan Korupsi
Lebih lanjut, Romo juga menyoroti upaya serius pemerintah dalam menanggulangi kebocoran pendapatan negara, terutama di sektor pertambangan, minyak, dan gas bumi.
"Presiden sangat tegas dan keras terhadap perilaku korupsi yang hanya menyusahkan banyak rakyat, karenanya berbagai langkah dan tindakan hukum serta politik dilakukan guna melawan kejahatan ini," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa insan Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam pemberantasan korupsi.
"Jika ada satu oknum Kementerian Agama yang melakukan korupsi, eksposnya luar biasa. Sebab apa?, insan Kementerian Agama itu penjaga moral dan agama yang melekat pada dirinya. Padahal, itu dilakukan segelintir orang saja, namun imbasnya ke institusi," katanya menutup.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







