
Pantau - Kementerian Pariwisata menggelar pelatihan penyusunan policy brief bagi aparatur sipil negara (ASN) guna meningkatkan kapasitas dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti pada 8–16 April 2026 melalui metode blended learning di Jakarta.
Pelatihan ini diikuti ASN dengan jabatan fungsional analis kebijakan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kementerian Pariwisata, Andar Danova L. Goeltom, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung kebijakan sektor pariwisata.
"Pelatihan ini penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata," ungkapnya.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung penyusunan kebijakan strategis, termasuk Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) 2026–2045.
Materi dan Tahapan Pelatihan
Kegiatan diawali dengan sosialisasi program yang mencakup gambaran pelatihan, metode blended learning, kewajiban peserta, serta output yang diharapkan.
Pada hari pertama hingga kedua, peserta menerima materi dasar analisis kebijakan, termasuk teknik identifikasi masalah menggunakan metode problem tree dan 5 Why’s.
Peserta juga mempelajari perbedaan antara masalah kebijakan dan penelitian, serta penggunaan analisis multi-kriteria dalam perumusan kebijakan.
Hari ketiga difokuskan pada penguatan kebijakan strategis dengan pemahaman konsep policy brief dan perannya dalam pengambilan keputusan, termasuk pembahasan RIPPARNAS dan reformasi birokrasi.
Hari keempat diisi dengan studi kasus analisis kebijakan menggunakan alat seperti Cost-Benefit Analysis dan Regulatory Impact Analysis, serta latihan penyusunan policy brief secara berkelompok.
Hari kelima peserta melakukan praktik penyusunan draf policy brief dengan pendampingan intensif dari fasilitator Lembaga Administrasi Negara dan Kementerian Pariwisata.
Proses tersebut dilanjutkan dengan revisi dan penyempurnaan dokumen dengan penekanan pada kualitas analisis, keterkaitan masalah dan solusi, serta penyajian yang ringkas dan persuasif.
Hasil dan Tindak Lanjut
Hari keenam ditutup dengan seminar presentasi hasil policy brief peserta yang mendapatkan masukan dari tim evaluator.
Pelatihan ini dinilai berjalan baik dan berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam menyusun policy brief yang sistematis, berbasis data, dan aplikatif.
Kolaborasi antarpeserta dalam kerja kelompok juga menunjukkan hasil yang efektif selama proses pelatihan berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, peserta akan menyempurnakan dokumen policy brief berdasarkan masukan evaluator.
Kementerian Pariwisata akan terus mendorong penguatan kapasitas lanjutan serta pembahasan implementasi hasil pelatihan pada isu strategis kepariwisataan.
- Penulis :
- Shila Glorya








