
Pantau - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara melakukan pengerukan sedimen di 28 titik sepanjang tahun 2025 sebagai upaya mengantisipasi banjir di wilayah tersebut.
Pengerukan dilakukan di 13 kali (sungai), 5 waduk, dan 10 saluran penghubung (Phb).
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menyatakan bahwa pengerukan akan terus dilanjutkan sepanjang tahun 2026 menggunakan alat berat.
"Pengerukan ini harus terus menerus, pengerukan menggunakan ekskavator", tegasnya.
Waduk, Sungai, dan Saluran Masih Dalam Pengerjaan
Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penampungan air yang menyusut akibat tertutup sedimen lumpur.
"Tujuan pengerukan adalah membuat kapasitas penampungan waduk lebih besar karena tertutup sedimen lumpur", ujar Suwandi.
Lima waduk yang masuk program pengerukan adalah Waduk Pluit, Waduk Sunter Utara (Danau Cincin), Waduk Muara Angke, Embung Kodamar, dan Embung Babek TNI.
Waduk yang masih dalam proses pengerukan hingga awal 2026 antara lain:
- Waduk Pluit
- Waduk Danau Cincin
- Waduk Sunter Utara
- Embung Babek
Sementara itu, kali yang masih dikeruk mencakup:
- Kali Cakung Lama (beberapa segmen)
- Kali Adem
- Kali Semper Barat
- Kali Pluit Karang Barat
- Kali Betik
- Kali Bokor
- Kali Ancol
- Suwandi juga menyoroti kondisi Kali Angke yang terdampak rob.
- "Kali Angke itu salah satu yang terdampak rob, jadi sedimen lumpur sudah tinggi", jelasnya.
Selain itu, saluran penghubung yang sedang dikuras adalah:
- Saluran Phb Kelapa Lilin Timur
- Saluran Phb Warung Jengkol
- Saluran Phb Cacing Raya
- Saluran Phb Karang Bolong
SDA Fokus Tingkatkan Infrastruktur Pengendalian Banjir
Suwandi menambahkan bahwa banyak sungai di Jakarta Utara harus menjadi prioritas pengerukan karena daya tampung airnya terus menurun akibat sedimentasi.
Ia juga menegaskan bahwa SDA Jakarta Utara akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengendalian banjir.
"Kami juga akan tingkatkan kapasitas pompa, peningkatan kapasitas saluran, pengerukan di waduk, pengerukan di kali makro, perbaikan dan pengurasan saluran juga lebih kita tingkatkan", ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







