
Pantau - Korban banjir bandang di Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian dan belum mendapatkan kepastian mengenai relokasi ke hunian sementara maupun hunian tetap.
Belum Ada Kepastian Hunian
Muntasir, warga terdampak dari Gampong Lhok Sandeng, menyatakan bahwa para pengungsi sudah hampir satu bulan tinggal di tenda-tenda darurat.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," ungkapnya.
Menurut Muntasir, sebanyak 20 rumah di desanya rusak parah akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.
"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," ia mengungkapkan.
Banjir bandang juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses utama ke desa tetangga.
Sebagai solusi sementara, warga membangun jembatan darurat dari batang kelapa yang hanya bisa dilalui oleh mobil berukuran sedang.
Pengungsi Tinggal di Tenda, Proyek Terhambat Lahan
Setelah sebelumnya mengungsi di masjid Desa Sarah Mane, para korban kini tinggal di tenda-tenda yang didirikan di desa tersebut.
" Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," ujar Muntasir.
Ia mengatakan bahwa keterlambatan pembangunan hunian sementara disebabkan oleh belum tersedianya lahan yang tepat.
" Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun. Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadhan," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait kepastian relokasi maupun solusi atas hambatan lahan tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya







