Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Bengawan Jero Rendam Ribuan Rumah dan Lahan Pertanian di Lamongan, 44 Desa Terdampak

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Banjir Bengawan Jero Rendam Ribuan Rumah dan Lahan Pertanian di Lamongan, 44 Desa Terdampak
Foto: Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan M. Na’im memberikan keterangan kepada pewarta usai menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir Bengawan Jero di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu 17/1/2026 (sumber: BPBD Lamongan)

Pantau - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas hingga merendam hampir lima ribu rumah dan berdampak pada lebih dari 20 ribu jiwa di lima kecamatan.

44 Desa Terendam, Ribuan Jiwa Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat banjir telah berdampak pada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kalitengah, Karangbinangun, Turi, Glagah, dan Deket.

"Per 16 Januari kami mencatat sebanyak 4.986 rumah terendam dengan 4.861 kepala keluarga atau 20.850 jiwa terdampak banjir. Namun, hasil pemantauan di beberapa titik juga menunjukkan penurunan muka air sekitar dua hingga tiga centimeter karena dua hari terakhir tidak terjadi hujan deras," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Na’im.

Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada sekitar 7.125 hektare lahan pertanian dan tambak serta 92 lembaga pendidikan di wilayah terdampak.

BPBD Lamongan terus melakukan penanganan terpadu bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk menangani bencana ini.

Penanganan tersebut meliputi pendistribusian logistik dan dukungan teknis pengendalian banjir di wilayah terdampak.

"Droping logistik dilakukan setiap hari sehingga rekapitulasi bantuan secara keseluruhan masih dalam proses," ia mengungkapkan.

Hingga kini, BPBD Lamongan telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 14 ton kepada warga terdampak banjir.

Distribusi bantuan lainnya masih dilakukan secara bertahap setiap hari.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Penanganan Teknis

Untuk menekan potensi hujan di wilayah hulu, BPBD Provinsi Jawa Timur mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menaburkan garam menggunakan pesawat Cessna.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan sehingga mempercepat penurunan debit air sungai.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan juga memastikan bahwa operasi siaga banjir di Stasiun Pompa Kuro masih terus dilakukan.

Kepala SDABK Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menyampaikan bahwa pompa terus dioperasikan karena tinggi muka air Bengawan Solo masih sekitar 120 sentimeter di atas tinggi muka air Kali Blawi.

"Sudah ada tren penurunan di hulu. Kami berharap tidak ada hujan lanjutan agar pintu air Kuro dapat segera dibuka," ujar Erwin.

Penulis :
Leon Weldrick