Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Muhammad Nuh: Kesetiaan Jadi Nilai Utama Pemimpin Sekolah Rakyat di Jawa Timur

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Muhammad Nuh: Kesetiaan Jadi Nilai Utama Pemimpin Sekolah Rakyat di Jawa Timur
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat memoderatori Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh. ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Jatim.)

Pantau - Mantan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengingatkan bahwa kesetiaan dalam memimpin adalah nilai paling penting yang harus dimiliki oleh para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

Pendidikan Bermutu untuk Anak Paling Lemah

Dalam sambutannya di hadapan peserta bimbingan teknis Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh menyampaikan bahwa kesetiaan lebih tinggi nilainya dibanding sekadar tanggung jawab dan tugas administratif.

Ia menegaskan bahwa kehadiran negara yang paling nyata adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap mendapat akses pendidikan yang bermutu.

“Pendidikan adalah satu-satunya instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan,” ungkapnya.

Muhammad Nuh juga mengingatkan bahwa manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan, sehingga tidak ada ciptaan yang sia-sia.

Menurutnya, orang baik adalah mereka yang memiliki kebiasaan baik, dan semakin banyak kebiasaan baik, maka semakin tinggi pula nilai kemanusiaannya.

Nilai-nilai itulah yang, menurut Nuh, harus tertanam dalam diri para kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat.

Dukungan Gubernur Jawa Timur dan Program Jatim Cerdas

Muhammad Nuh mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas inisiatifnya menyelenggarakan bimbingan teknis untuk para kepala sekolah dan tenaga pendidikan Sekolah Rakyat.

Ia menyebut bahwa Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yakni tersebar di 26 titik, dan karenanya harus menjadi contoh nasional dalam pengelolaan pendidikan berbasis nilai dan dampak.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk:

Penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat

Penajaman indikator kinerja berbasis dampak

Penguatan supervisi substantif

Penguatan kolaborasi lintas sektor

Ia menambahkan bahwa semua langkah ini mendukung program "Jatim Cerdas" yang diusung oleh Gubernur Khofifah.

“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan, dan menyiapkan masa depan anak Indonesia,” tegas Aries.

Penulis :
Gerry Eka