
Pantau - Kementerian Transmigrasi menargetkan 1.000 hingga 1.100 mahasiswa terpilih dari tujuh universitas negeri nasional sebagai penerima Beasiswa Patriot yang direncanakan diluncurkan perdana pada bulan depan.
Program tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Konferensi Pers Pembukaan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta.
Tujuh perguruan tinggi negeri mitra Beasiswa Patriot meliputi Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Program Beasiswa Patriot ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia yang sangat unggul bagi pembangunan kawasan transmigrasi.
"Kami ingin betul-betul mencetak SDM Sumber Daya Manusia yang sangat unggul, bukan lagi SDM yang unggul, tetapi yang sangat unggul," ungkap M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Skema Seleksi Beasiswa Patriot
Menteri Transmigrasi menjelaskan tahapan seleksi penerima Beasiswa Patriot saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama berbagai pihak terkait.
Calon penerima beasiswa disyaratkan telah diterima terlebih dahulu di salah satu dari tujuh perguruan tinggi negeri mitra.
Setelah itu, peserta akan mengikuti tes pusat yang mendalami aspek psikologi masing-masing pendaftar.
"Baru setelah itu ada tes pusatnya. Nah, tes pusatnya ini kami akan dalami secara psikologinya dari masing-masing pendaftar," ujarnya.
Proses seleksi juga akan menilai peta jalan atau roadmap yang disusun peserta terkait jenjang pendidikan dan rencana karier ke depan.
"Termasuk kami akan perhatikan roadmap-nya yang bersangkutan calon peserta, juga path career-nya itu seperti apa ke depannya," kata Iftitah.
Seleksi tersebut ditujukan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat transmigran.
Kampus Patriot dan Potensi Daerah
Penerima Beasiswa Patriot nantinya akan menempuh pendidikan di tiga Kampus Patriot yang dibangun oleh Kementerian Transmigrasi.
Tiga Kampus Patriot tersebut berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, Mamuju, Sulawesi Barat, dan Merauke, Papua Selatan.
Penentuan lokasi kampus didasarkan pada potensi ekonomi daerah, dengan Batam diarahkan pada pengembangan industri, perikanan, dan kelautan.
Mamuju diproyeksikan untuk pengembangan industri logam tanah jarang dan pertanian.
Merauke difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.
Kementerian Transmigrasi saat ini mempercepat pembahasan teknis pelaksanaan program yang mencakup program studi, insentif, syarat peserta, dan langkah lanjutan.
"Program Beasiswa Patriot akan diluncurkan pada bulan depan Insyaallah," ujar M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







