
Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan sektor transportasi menjadi penentu penting keberhasilan penurunan emisi nasional.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Transportasi
KLH mendorong keterlibatan aktif generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam pengembangan transportasi berkelanjutan.
Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH Haruki Agustina menyatakan, "Pengembangan kepemimpinan mahasiswa di bidang transportasi berkelanjutan sangat strategis," ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Booth Camp Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST) di Jakarta.
Haruki menambahkan, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat lokal melalui riset, kampanye, dan inovasi transportasi berkelanjutan.
Program FIRST yang didukung kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris diikuti oleh 30 mahasiswa dari Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
Peserta dibekali pendampingan teknologi, inovasi digital, materi kebijakan, regulasi, serta aspek kebudayaan oleh instruktur profesional dari lembaga pemerintah dan swasta multinasional selama satu pekan penuh.
Haruki berharap peserta menjadi agent of change di sektor transportasi sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim.
Strategi Transportasi Rendah Emisi
Transportasi disebut sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca yang berperan dalam kenaikan suhu global.
Kajian Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan lonjakan suhu permukaan bumi sebesar 1,45 derajat Celsius sejak 1970–2023, hanya terpaut 0,05 derajat dari ambang batas Paris Agreement 2015 sebesar 1,5 derajat Celsius.
Transformasi sektor transportasi diarahkan menuju sistem rendah emisi melalui peralihan ke angkutan umum, integrasi antarmoda, elektrifikasi kendaraan, serta penguatan moda berjalan kaki dan bersepeda.
Komitmen penurunan emisi Indonesia tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC) yang menjadi peta jalan pembangunan rendah karbon nasional, dengan sektor transportasi sebagai subsektor strategis.
Pemerintah menekankan bahwa kolaborasi dengan akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan generasi muda menjadi kunci keberhasilan perubahan pola mobilitas masyarakat.
Program FIRST juga diharapkan berkontribusi mewujudkan kota yang lebih layak huni, sehat, dan berkeadilan di masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








