
Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian warisan budaya daerah dengan mengusulkan empat objek cagar budaya potensial untuk naik status menjadi cagar budaya peringkat nasional pada tahun 2026.
"Untuk cagar budaya, pada tahun ini akan ada upaya serius untuk menetapkan cagar budaya ke peringkat nasional demi perlindungan yang lebih luas," ungkap Pamong Budaya Disdikbud Kaltim, Lucia Dyah Prasetyarini, di Samarinda.
Empat objek yang sedang dalam proses pemberkasan adalah arsitektur vernakular Lamin Tolan di Kutai Barat, bentang alam Karst Sangkulirang–Mangkalihat di Kutai Timur, masjid tua Shirathal Mustaqiem di Samarinda, serta Museum Sadurengas di Kabupaten Paser.
Lucia menyebutkan bahwa percepatan ini menjadi prioritas karena saat ini baru ada satu cagar budaya di Kaltim yang berstatus nasional, yaitu Masjid Jami di Tenggarong.
Strategi Budaya 2026: Kesenian Tradisional dan Profesionalisme Pelaku Budaya
Selain fokus pada penguatan infrastruktur sejarah, Disdikbud Kaltim juga menyusun program prioritas bidang kebudayaan tahun 2026.
"Selain fokus pada infrastruktur sejarah, program prioritas Bidang Kebudayaan tahun 2026, juga menyasar pengembangan kesenian tradisional, pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan, dan penguatan aspek kelembagaan," jelas Lucia.
Program strategis tersebut akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan teknis, seperti penelusuran jejak sejarah dan tradisi lokal, lawatan sejarah bagi generasi muda, serta percepatan penetapan warisan budaya.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan kembali menggencarkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah.
Program ini dinilai sebagai metode efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap seni tradisi sejak dini di lingkungan pendidikan formal.
"Aspek profesionalisme pelaku budaya tidak luput dari perhatian kami dengan adanya agenda standarisasi dan sertifikasi untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta manajemen pengelolaan lembaga kesenian," tutup Lucia.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







