Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siap Tindak Tegas Penyelundup Beras di Karimun: "Tangkap, Musnahkan, Kejar"

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Siap Tindak Tegas Penyelundup Beras di Karimun: "Tangkap, Musnahkan, Kejar"
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 19/1/2026 (sumber: ANTARA/Imamatul Silfia)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengejar dan menindak tegas para pelaku penyelundupan beras dan komoditas pertanian lainnya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026.

"Pelaku tangkap, beras dimusnahkan, pemainnya dikejar. Sudah, itu saja," ungkapnya.

Purbaya menyebutkan telah menerima laporan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait kasus penyelundupan tersebut.

Beras hasil penyelundupan yang disita oleh petugas DJBC akan dimusnahkan karena merupakan barang ilegal.

Namun, sebagian kecil beras akan dijual dan dilelang untuk menjaga kestabilan pasar dalam negeri.

"Nanti kita lihat ya," ia menambahkan.

Operasi Pengungkapan 1.897 Ton Beras

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa operasi penindakan penyelundupan komoditas pangan di Karimun berhasil menemukan sebanyak 1.897 ton beras.

Penemuan tersebut mencakup periode dari Mei hingga November 2025.

"Ini mengkhianati 115 juta petani kita. Tidak boleh. Tidak boleh ada yang bermain-main, apalagi ini sudah ditetapkan Presiden bahwa kita sudah swasembada," ujarnya.

Selain beras, DJBC Kepri juga menyita berbagai komoditas pangan lain yang diselundupkan.

Barang-barang tersebut kini dititipkan oleh Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri di gudang milik Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Komoditas yang disita antara lain gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabai kering, dan kacang tanah.

Kejanggalan Asal-usul Beras

Menteri Pertanian juga menyoroti asal-usul beras yang diselundupkan, yang disebut berasal dari Tanjungpinang.

"Yang menarik ini ya, beras ini dari Tanjungpinang. Padahal Tanjungpinang tidak punya sawah. Lalu mau dikirim ke Palembang, sementara Palembang surplus beras 1,1 juta ton," ungkapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas seluruh pelaku penyelundupan pangan.

Penulis :
Leon Weldrick